Biografi Bill Gates

Bill Gates
Bill Gates

Bill Gates di Forum Ekonomi Dunia Davos pada tahun 2007.
Lahir William Henry Gates III
28 Oktober 1955 (umur 61)
Seattle, Washington, Amerika Serikat
Tempat tinggal Medina, Washington, Amerika Serikat
Kebangsaan Amerika Serikat
Almamater Universitas Harvard (keluar)
Pekerjaan Ketua Microsoft
Ketua Corbis
Ketua Pendamping Bill & Melinda Gates Foundation
Direktur Berkshire Hathaway
CEO Cascade Investment
Tahun aktif 1975–sekarang
Kekayaan bersih ▲ US$79 miliar (2015)[1]
Agama Katolik Roma, sebelumnya Kongregasionalisme[2]
Pasangan Melinda Gates (m. 1994)
Anak 3
Orang tua William H. Gates, Sr.
Mary Maxwell Gates
Situs web Bill Gates
Tanda tangan

William Henry “Bill” Gates III (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 61 tahun) adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen.[3] Ia menduduki peringkat tetap di antara orang-orang terkaya di dunia dan menempati peringkat pertama sejak 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga.

Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski demikian, taktik bisnisnya dikritik karena dianggap anti-kompetitif.[4][5] Pada tahap-tahap akhir kariernya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.

Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pejabat eksekutif tertinggi di Microsoft pada bulan Januari 2000. Ia masih menjabat sebagai ketua dan membentuk jabatan kepala arsitek perangkat lunak. Pada Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan bekerja paruh waktu di Microsoft dan purna waktu di Bill & Melinda Gates Foundation. Ia melimpahkan secara bertahap semua pekerjaannya kepada Ray Ozzie, kepala arsitek perangkat lunak, dan Craig Mundie, pejabat riset dan strategi tertinggi Microsoft. Hari kerja purna waktu terakhir Gates di Microsoft adalah 27 Juni 2008. Saat ini, ia masih bekerja di Microsoft sebagai ketua non-eksekutif.

Kehidupan awal Sunting

Perkenalan dengan komputer Sunting

William H. Gates, ayah Bill Gates.
Gates lahir di Seattle, Washington, dari pasangan William H. Gates, Sr. dan Mary Maxwell Gates.[6] Ia memiliki darah Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia.[6][7] Keluarganya termasuk masyarakat menengah ke atas; ayahnya adalah pengacara ternama, ibunya menjabat sebagai anggota dewan direktur First Interstate BancSystem dan United Way, dan ayahnya, J. W. Maxwell, adalah presiden bank nasional.[8] Gates memiliki seorang kakak bernama Kristianne dan seorang adik bernama Libby. Ia merupakan keturunan keempat dalam keluarganya, namun dikenal sebagai William Gates III atau “Trey” karena ayahnya menyandang akhiran “II”.[8]

Gates tertarik dengan komputer sejak saat ia masih berusia belia.[9] Perkenalannya dengan komputer terjadi ketika ia berusia 13 tahun.[9] Saat itu, Mothers Club di sekolahnya, Lakeside School, membeli sebuah terminal Teletype Model 33 ASR dan beberapa komputer General Electric (GE) untuk para siswa.[10] Melihat komputer tersebut, Gates tertarik dan mulai mempelajarinya.[10] Ia tertarik dengan kemampuan mesin tersebut mengeksekusi kode perangkat lunak dengan sempurna dan menulis program komputer pertamanya di sini menggunakan bahasa pemrograman BASIC.[10] Ketika ia mengenang kembali masa-masa itu, ia mengatakan, “Ada sesuatu yang pas dengan mesin tersebut.”[11]

Dari sana, ia mempelajari sistem lain, termasuk sistem minikomputer DEC PDP, khususnya PDP-10 yang dimiliki oleh Computer Center Corporation (CCC).[12] Penggunaan komputer PDP-10 ini dibatasi waktu.[12] Gates bersama beberapa temannya seperti Paul Allen, Ric Welland, dan Kent Evans, memutuskan untuk mengeksploitasi sebuah bug pada sistem operasi untuk memperoleh waktu tambahan penggunaan komputer.[12] Namun mereka tertangkap tangan dan akhirnya dilarang oleh CCC untuk mengakses sistem itu selama musim panas.[12]

Mempelajari bahasa pemrograman Sunting

Komputer Traf-O-Data 8008 dengan pembaca pita
Menjelang akhir masa hukuman, keempatnya malah ditawarkan untuk menemukan bug lain di perangkat lunak CCC dengan imbalan waktu tambahan untuk penggunaan komputer. Di kantor CCC inilah Gates mempelajari kode sumber berbagai program, termasuk program yang ditulis dalam bahasa FORTRAN dan LISP. Ia dan kawannya bekerja di sana hingga tahun 1970 ketika CCC ditutup karena bangkrut.

Pada tahun berikutnya, Information Sciences, Inc. mempekerjakan empat siswa Lakeside tersebut untuk menulis program pembayaran gaji dalam bahasa COBOL dan memberikan royalti untuk penjualan program tersebut sebagai tambahan hak akses ke komputer perusahaan. Gates juga mendapat pekerjaan tambahan ketika sekolah memintanya untuk membuat program pengatur jadwal kelas siswa. Gates memanfaatkan ini dengan mengubah sebagian program agar ia ditempatkan di kelas yang didominasi perempuan.[11] Pada usia 17 tahun, Gates dan Allen mendirikan Traf-O-Data yang fokus pada sistem penghitung lalu lintas yang berbasis prosesor Intel 8008.[13]

Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973. Setelah itu ia mengambil tes SAT dan mendapatkan skor yang sangat tinggi, yaitu 1590 dari 1600.[14] Dengan nilai itu, ia diterima di Harvard College di mana ia bertemu dengan Steve Ballmer yang kelak menggantikan Gates sebagai CEO Microsoft. Pada tahun keduanya di Harvard, Gates merancang sebuah algoritma untuk penyortiran panekuk sebagai solusi atas satu dari serangkaian masalah yang belum terpecahkan dalam kelas kombinatorika oleh Harry Lewis, salah seorang profesornya.[15] Solusi Gates memegang rekor sebagai versi tercepat selama 30 tahun; penggantinya justru lebih cepat satu persen saja.[15] Solusinya kemudian diresmikan dalam bentuk cetakan bekerja sama dengan ilmuwan komputer Harvard, Christos Papadimitriou.[16]

Gates tidak punya rencana belajar tetap ketika menjadi mahasiswa di Harvard[17] dan menghabiskan banyak waktunya dengan menggunakan komputer sekolah. Gates masih berkomunikasi dengan Paul Allen, dan ia bergabung dengannya di Honeywell pada musim panas 1974.[18] Pada tahun berikutnya, MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 diluncurkan, dan Gates dan Allen melihat peluncurannya sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri.[19] Ia telah membicarakan keputusan ini bersama orang tuanya yang sangat mendukungnya setelah mereka melihat antusiasme Gates untuk mendirikan perusahaan.[17]

Microsoft Sunting

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Microsoft dan Microsoft
BASIC Sunting

MITS Altair 8800 Computer dengan sistem cakram flopi 8-inch (200 mm)
Setelah membaca majalah Popular Electronics edisi Januari 1975 yang mendemonstrasikan Altair 8800, Gates menghubungi Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS), pencipta mikrokomputer baru tersebut, dan menginformasikan bahwa ia dan teman-temannya sedang mengerjakan penerjemah BASIC untuk digunakan sebagai platformnya.[20] Kenyataannya, Gates dan Allen tidak memiliki komputer Altair dan belum menulis sebarispun kode BASIC; mereka hanya ingin membuat MITS tertarik.[20]

Menanggapi informasi tersebut, Presiden MITS Ed Roberts setuju menemui mereka untuk melihat demonya. Dalam kurun beberapa minggu, mereka mengembangkan emulator Altair yang beroperasi di sebuah minikomputer dan kemudian penerjemah BASIC.[21] Demonstrasi yang diadakan di kantor MITS di Albuquerque tersebut berhasil dan menghasilkan kesepakatan dengan MITS untuk mendistribusikan penerjemah ini dengan nama Altair BASIC.[21]

Untuk keperluan proyek ini, Paul Allen dipekerjakan di MITS.[21] Gates kemudian memutuskan untuk absen dari Harvard untuk bekerja bersama Allen pada November 1975.[21] Mereka membuat perusahaan kemitraan dan memberinya nama “Micro-Soft” dengan kantor pertamanya di Albuquerque.[21] Satu tahun berikutnya, tanda penghubung pada nama “Micro-soft” dihapus dan pada 26 November 1976, nama dagang “Microsoft” didaftarkan di Kementerian Luar Negeri New Mexico.[21] Gates tidak pernah kembali ke Harvard untuk menyelesaikan studinya.[21]

Saat BASIC Microsoft dikenal secara luas oleh para penggemar komputer, Gates menemukan bahwa salinan pra-pasarnya telah bocor ke masyarakat dan didistribusikan secara meluas.[22] Pada Februari 1976, Gates menulis “Open Letter to Hobbyists” di surat berita MITS yang menyatakan bahwa MITS tidak boleh memproduksi, mendistribusikan, dan mempertahankan perangkat lunak berkualitas tinggi tanpa membayarnya.[22] Surat ini disambut dingin oleh banyak penggemar komputer, namun Gates mempertahankan keyakinannya bahwa para pengembang perangkat lunak harus mampu meminta bayaran.[22]

Microsoft terbebas dari MITS pada akhir 1976 dan terus mengembangkan perangkat lunak bahasa pemrograman untuk berbagai sistem.[21] Pada 1 Januari 1979, Gates memindahkan kantor pusat Microsoft dari Albuquerque ke Bellevue, Washington.[21] Pada tahun-tahun awal Microsoft, semua karyawan punya tanggung jawab besar atas bisnis perusahaan. Gates mengawasi rincian bisnis dan juga menulis kode.[23] Pada lima tahun pertama, Gates secara pribadi meninjau setiap baris kode yang dikirimkan perusahaan, dan sering menulis ulang beberapa bagian kode agar terlihat pas.[23]

Kemitraan dengan IBM Sunting
Pada tahun 1980, IBM membujuk Microsoft untuk menulis penerjemah BASIC untuk komputer pribadi mereka selanjutnya, IBM PC.[24] Ketika perwakilan IBM menyebutkan bahwa mereka butuh sebuah sistem operasi, Gates memberi rujukan kepada Digital Reserach (DRI), pembuat sistem operasi CP/M yang banyak digunakan pada masa itu.[24] Namun, diskusi IBM dengan Digital Research tidak membuahkan hasil, dan mereka tidak mencapai persetujuan lisensi.[24] Perwakilan IBM Jack Sams menyebutkan masalah tersebut pada pertemuan selanjutnya dengan Gates dan memintanya untuk mencari sebuah sistem operasi yang layak.[24] Beberapa minggu kemudian Gates berencana menggunakan 86-DOS (QDOS), sebuah sistem operasi mirip CP/M yang dibuatkan perangkat lunaknya oleh Tim Paterson dari Seattle Computer Products (SCP), sama seperti PC.[24] Microsoft membuat persetujuan dengan SCP untuk menjadi agen lisensi eksekutif, dan di kemudian hari sebagai pemilik mutlak 86-DOS.[24]

Setelah mengadaptasi sistem operasi untuk PC, Microsoft mengirimkannya ke IBM dalam bentuk PC-DOS dengan imbalan bayaran AS$50.000.[24] Gates tidak menawarkan pemindahan hak cipta sistem operasi ini, karena ia yakin produsen perangkat lunak lain akan meniru sistem IBM.[24] Mereka benar, dan penjualan MS-DOS menjadikan Microsoft pemain utama dalam industri komputer.[25]

Pada 25 Juni 1981, Microsoft di bawah Gates melakukan restrukturisasi yang menggabungkan kembali perusahaan di negara bagian Microsoft dan menjadikan Gates Presiden dan Ketua Dewan Microsoft.[20]

Windows Sunting
Microsoft meluncurkan versi ritel pertama Microsoft Windows pada 20 November 1985, dan pada bulan Agustus, perusahaan ini mencapai persetujuan dengan IBM untuk mengembangkan sistem operasi terpisah bernama OS/2.[26] Meski kedua perusahaan ini berhasil mengembangkan versi pertama dari sistem ini, perbedaan tingkat kreativitas merusak kerja sama ini.[26] Gates mengeluarkan memo internal pada 16 Mei 1991 yang mengumumkan bahwa kerja sama OS/2 berakhir dan Microsoft mengalihkan operasinya ke pengembangan kernel Windows NT.[26]

Gaya manajemen Sunting
Sejak pendirian Microsoft tahun 1975 hingga 2006, Gates memegang tanggung jawab besar terhadap strategi produk perusahaan.[27] Ia secara agresif memperluas jajaran produk perusahaan dan ketika Microsoft berhasil mendominasi pasar ia mempertahankannya sekuat tenaga.[27] Ia mendapat reputasi sebagai orang yang menjauhkan diri dari sekitarnya; pada awal 1981 seorang eksekutif industri mengeluh kepada masyarakat bahwa “Gates terkenal karena tidak bisa dihubungi melalui telepon dan tidak membalas panggilan telepon.”[27]

Sebagai seorang eksekutif, Gates secara rutin bertemu dengan manajer senior dan manajer program Microsoft.[28] Beberapa pengakuan langsung dari rapat ini menyebutkan Gates sebagai orang yang menyerang dengan kata-kata dan memarahi manajer ketika mengetahui ada lubang ada strategi bisnis atau proposal mereka yang menempatkan rencana jangka panjang perusahaan di ujung tanduk.[28]

Ia sering memotong presentasi dengan komentar seperti, “Itu hal terbodoh yang pernah aku dengar!”[29] dan, “Lebih baik kamu mengembalikan opsimu dan bergabung dengan Korps Perdamaian.”[30] Ketika bawahannya terlihat menunda-nunda pekerjaannya, Gates dikenal mengutarakan kata-kata sarkastik, “Biar aku saja yang mengerjakannya akhir minggu nanti.” [31][32]

Sebagian besar peran Gates di Microsoft hanya menangani manajemen dan tugas eksekutif. Meski begitu, ia adalah pengembang perangkat lunak aktif pada tahun-tahun awalnya, terutama pada produk bahasa pemrograman Microsoft.[33] Ia juga secara tidak resmi menjadi bagian dari tim pengembang sejak mengerjakan TRS-80 Model 100,[33] dan juga menulis kode pada akhir 1989 yang diikutsertakan dalam produk-produk perusahaan.[33] Pada 15 Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan menghentikan pekerjaan hariannya selama dua tahun berikutnya untuk memfokuskan diri pada aktivitas filantropi.[34] Ia menyerahkan tugasnya kepada dua orang yang menggantikannya, yaitu Ray Ozzie untuk manajemen harian dan Craig Mundie untuk strategi produk jangka panjang.[34]

Tuntutan persaingan tidak sehat Sunting
Informasi lebih lanjut: Kasus antitrust Microsoft Amerika Serikat dan Kasus persaingan Microsoft Uni Eropa

Bill Gates menyampaikan kesaksian deposisinya di Microsoft pada 27 Agustus 1998
Dalam operasinya, Microsoft di bawah Bill Gates melakukan banyak tindakan yang menjurus pada tuntutan persaingan tidak sehat misalnya kasus United States v. Microsoft yang terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu, Gates memberikan pengakuan dan kesaksian-kesaksian yang cenderung menghindari pertanyaan. Ia juga lebih banyak memperdebatkan arti kontekstual kata-kata seperti “compete” (bersaing), “concerned” (mengkhawatirkan) dan “we” (kami/kita).[35] BusinessWeek melaporkan:

Putaran pertama kesaksian menunjukkan Gates memberikan jawaban yang tidak jelas dan mengatakan ‘Aku tidak ingat,’ berkali-kali sampai hakim tertawa kecil. Lebih buruknya lagi, banyak penyangkalan dan pembelaan “tidak tahu” yang dijawab kepala teknologi ini dibantah oleh jaksa dengan menampilkan bagian-bagian surel yang dikirim dan diterima Gates.[36]
Gates kemudian mengatakan bahwa ia perlu melawan upaya-upaya David Boies, penyidik kala itu, untuk menyalahartikan kata-kata dan tindakannya.[37] Gates mengatakan, “Apakah aku mengelak pertanyaan Boies? … (Ya), Aku mengaku bersalah. Apapun hukumannya haruslah dijatuhkan kepadaku: (atas) ketidaksopanan yang sangat terhadap Boies.”[37] Meski Gates meyangkal, hakim memutuskan bahwa Microsoft telah melakukan monopolisasi dan pengikatan, dan menghambat persaingan, serta melanggar Undang-undang antitrust Sherman.[37]

Kemunculan di iklan Sunting
Gates muncul di beberapa iklan yang mempromosikan Microsoft pada tahun 2008.[38] Iklan pertama, yang juga dibintangi Jerry Seinfeld, adalah percakapan 90 detik ketika Seinfeld berjalan di depan toko sepatu diskon (Shoe Circus) di sebuah mal dan melihat Gates membeli sepatu di toko tersebut.[38] Si penjual berusaha menjual sepatu yang ukurannya lebih besar satu nomor kepada Gates.[38] Ketika Gates membayarnya, ia memegang kartu diskonnya yang menampilkan versi suntingan foto wajahnya ketika ditangkap di New Mexico pada tahun 1977 akibat pelanggaran lalu lintas.[38] Ketika mereka berdua berjalan keluar mal, Seinfeld bertanya kepada Gates apakah ia telah menyatukan pikirannya dengan para pengembang lain, setelah dijawab ya, ia bertanya lagi apakah mereka bekerja sama untuk membuat komputer yang bisa dimakan, dan Gates menjawab ya.[38] Beberapa orang mengatakan bahwa iklan ini merupakan penghormatan atas acara Seinfeld (Seinfeld).[39] Pada iklan kedua, Gates dan Seinfeld menginap di rumah sebuah keluarga kelas menengah dan mencoba menyesuaikan diri dengan orang-orang biasa.[39]

Pasca-Microsoft Sunting

Sejak meninggalkan Microsoft, Gates melanjutkan aktivitas filantropinya dan, di antara proyek-proyek lain, membeli hak video serial Messenger Lectures berjudul The Character of Physical Law, disampaikan di Cornell University oleh Richard Feynman pada tahun 1964 dan direkam oleh BBC. Video-video tersebut tersedia untuk umum secara daring di Project Tuva Microsoft.[40][41]

Pada April 2010, Gates diundang untuk mengunjungi dan menyampaikan ceramah di Massachusetts Institute of Technology. Ia meminta mahasiswa untuk menangani masalah-masalah besar dunia yang akan mereka alami pada masa depan.[42][43]

Kehidupan pribadi Sunting

Bill dan Melinda Gates, Juni 2009
Gates menikahi Melinda French pada 1 Januari 1994.[44] Mereka dikaruniai tiga orang anak: Jennifer Katharine Gates (lahir 1996), Rory John Gates (lahir 1999), dan Phoebe Adele Gates (lahir 2002). Rumah keluarga Gates merupakan sebuah rumah bawah tanah di sisi sebuah bukit yang menghadap Lake Washington di Medina. Menurut catatan publik King County, pada 2006 nilai total properti (tanah dan rumah) keluarga Gates adalah $125 juta, dan pajak properti setiap tahunnya sebesar $991.000.[44]

Rumah seluas 66.000 sq ft (6.100 m2) ini memiliki kolam renang seluas 60-foot (18 m) dengan sistem musik bawah air, serta gimnasium seluas 2.500 sq ft (230 m2) dan ruang makan seluas 1.000 sq ft (93 m2).[44]

Termasuk di antara akuisisi pribadi Gates adalah Codex Leicester, yaitu koleksi tulisan Leonardo da Vinci, yang dibeli Gates senilai $30,8 juta melalui pelelangan tahun 1994.[45] Gates juga dikenal sebagai seorang kutu buku, dan langit-langit perpustakaan besar di rumahnya dipenuhi ukiran kutipan dari The Great Gatsby.[46] Ia juga senang bermain kartu bridge, tenis, dan golf.[47][48]

Gates pernah menempati peringkat pertama pada daftar orang terkaya Forbes 400 sejak 1993 hingga tahun 2007, dan peringkat satu pada daftar The World’s Richest People Forbes sejak 1995 hingga 2007 dan 2009. Pada 1999, kekayaan Gates pernah melewati angka $101 miliar, akibatnya media menyebutnya sebagai “centibillionaire”.[49] Sejak 2000, jumlah nominal sahamnya di Microsoft menurun karena jatuhnya harga saham Microsoft setelah pecahnya gelembung dot-com dan sumbangan multi-miliar dolar kepada berbagai yayasan amal.[50] Pada wawancara bulan Mei 2006, Gates berkomentar bahwa ia bukanlah orang terkaya di dunia karena ia tidak suka perhatian yang muncul akibat gelar tersebut.[50]

Gates memiliki beberapa investasi di luar Microsoft yang pada 2006 menggajinya sebesar $616.667, serta bonus $350.000, sehingga totalnya mencapai $966.667.[51] Ia mendirikan Corbis, sebuah perusahaan gambar digital, pada tahun 1989.[52] Pada tahun 2004 ia menjadi direktur Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang diketuai oleh sahabat lamanya, Warren Buffett.[52] Pada Maret 2010, Bill Gates menempati peringkat kedua sebagai orang terkaya di dunia setelah dikalahkan Carlos Slim.

Filantropi Sunting

Gates (kedua dari kanan) bersama Bono, Ratu Rania dari Yordania, mantan Perdana Menteri Britania Raya Gordon Brown, Presiden Umaru Yar’Adua dari Nigeria dan peserta lain dalam ‘Call to Action on the Millennium Development Goals’ pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 208 di Davos, Swiss
Informasi lebih lanjut: bill & Melinda Gates Foundation
Gates mulai menghargai harapan masyarakat terhadapnya ketika opini publik terus menyatakan bahwa Gates mampu menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk amal. Gates mempelajari karya Andrew Carnegie dan John D. Rockefeller, dan pada 1994 ia menjual sebagian sahamnya di Microsoft untuk mendirikan William H. Gates Foundation.

Sebelumnya, Gates dan ayahnya pernah bertemu dengan Rockefeller beberapa kali, dan sepakat untuk memfokuskan kegiatan amal mereka seperti yang dilakukan keluarga Rockefeller, yaitu menyelesaikan masalah-masalah global yang diabaikan oleh pemerintah dan organisasi lainnya.[53]

Pada tahun 2000, Gates dan istrinya menggabungkan tiga yayasan keluarga menjadi satu dan membentuk yayasan amal Bill & Melinda Gates Foundation, yang saat ini merupakan yayasan amal yang beroperasi secara transparan terbesar di dunia.[54] Yayasan ini mengizinkan para donatur mengakses informasi tentang bagaimana uang yayasan dikeluarkan, tidak seperti organisasi amal besar lainnya seperti Wellcome Trust.[55][56] Kedermawanan dan filantropi luas David Rockefeller telah diakui sebagai pengaruh besar yayasan ini. Gates dan ayahnya bertemu dengan Rockefeller beberapa kali dan mencontoh sebagian cara penyalurannya pada fokus filantropi keluarga Rockefeller, terutama masalah-masalah global yang diabaikan oleh pemerintahan dan organisasi lain.[57] Pada tahun 2007, Bill dan Melinda Gates merupakan filantropis paling dermawan kedua di Amerka Serikat, dengan sumbangan untuk amal sebanyak $28 miliar.[58]

Pada saat yang sama yayasan ini dikritik karena menginvestasikan aset yang belum didistribusikan dengan tujuan eksklusif memaksimalkan pulangan investasi. Akibatnya, investasi mereka meliputi perusahaan-perusahaan yang dituduh memperburuk kemiskinan di negara-negara berkembang yang justru keberadaannya berusaha dikurangi oleh yayasan ini. Investasi mereka meliputi perusahaan-perusahaan yang banyak menghasilkan polusi, dan perusahaan farmasi yang tidak menjual produk-produknya ke negara berkembang.[59] Sebagai tanggapan atas kritik pers, pada 2007 yayasan ini mengumumkan peninjauan atas semua investasinya untuk menilai tanggung jawab sosialnya.[60] Yayasan ini kemudian membatalkan peninjauan dan mempertahankan kebijakan investasi untuk pulangan maksimal, dan menggunakan hak suara untuk mempengaruhi praktik perusahaan.[61]

Istri Gates mengajak masyarakat untuk belajar dari usaha-usaha filantropi keluarga Salwen, yang menjual rumahnya dan menyumbangkan setengah nilainya, sebagaimana disebutkan dalam buku The Power of Half.[62] Gates dan istrinya mengundang Joan Salwen ke Seattle untuk membicarakan tentang hal-hal yang dilakukan oleh keluarga tersebut, dan pada 9 Desember 2010, Gates, investor Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg (CEO Facebook) menandatangani janji yang mereka sebut “Gates-Buffet Giving Pledge”. Isinya adalah mereka berjanji untuk menyumbangkan setengah kekayaan mereka untuk amal secara bertahap.[63][64][65]

Penghargaan Sunting
Pada tahun 1987, Gates secara resmi dinyatakan sebagai seorang miliarder dalam halaman 400 Richest People in America majalah Forbes, beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-32. Sebagai miliarder usaha sendiri termuda di dunia, kekayaannya mencapai $1,25 miliar, $900 juta lebih banyak daripada tahun sebelumnya, ketika ia masuk pertama kalinya dalam daftar ini.[66]

Majalah Time menamai Gates sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh pada abad ke-20, serta satu dari 100 orang paling berpengaruh tahun 2004, 2005, dan 2006. Time juga secara kolektif menamai Gates, istrinya Melinda dan penyanyi utama U2 Bono sebagai Persons of the Year 2005 atas upaya kemanusiaan mereka.[67] Pada tahun 2006, ia menempati peringkat kedelapan dalam daftar “Heroes of our time”.[68] Gates masuk dalam daftar orang terkuat Sunday Times tahun 1999, dijuluki CEO tahun ini oleh majalah Chief Executive Officers tahun 1994, menempati peringkat pertama dalam daftar “Top 50 Cyber Elite” oleh Time tahun 1998, peringkat kedua di Upside Elite 100 tahun 1999 dan disebutkan oleh The Guardian dalam daftar “Top 100 influential people in media” tahun 2001.[69]

Pada tahun 1994, ia mendapat penghormatan sebagai Distinguished Fellow ke-20 di British Computer Society. Gates telah menerima gelar doktorat penghormatan dari Nyenrode Business Universiteit, Breukelen, Belanda, pada tahunn 2000;[70] Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia pada tahun 2002; diundang pada tahun 2003 untuk menyampaikan ceramah intisari [71] di hadapan Golden Jubilee of the Indian Institute of Technology yang diadakan di San Jose, California [72]; Waseda University, Tokyo, Jepang pada tahunn 2005; Tsinghua University, Beijing, Cina, pada bulan April 2007;[73] Harvard University pada bulan Juni 2007;[74] Karolinska Institutet, Stockholm, pada bulan Januari 2008,[75] dan Cambridge University pada bulan Juni 2009.[76] Ia juga dijadikan sebagai anggota kehormatan Peking University pada tahun 2007.[77] Gates juga diberikan gelar kehormatan Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE) oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2005.[78] Para entomolog juga memberi nama bunga kembang Bill Gates, Eristalis gatesi, sebagai tanda penghormatan.[79]

Pada November 2006, ia dan istrinya diberi penghargaan Order of the Aztec Eagle atas aktivitas filantropi mereka di seluruh dunia dalam bidang kesehatan dan pendidikan, terutama di Meksiko, dan tepatnya pada program “Un país de lectores”.[80] Pada Oktober 2009, diumumkan bahwa Gates diberi penghargaan 2010 Bower Award for Business Leadership dari The Franklin Institute atas pencapaiannya dalam bisnis dan aktivitas filantropinya. Pada tahun 2010, ia memperoleh Silver Buffalo Award dari Boy Scouts of America, penghargaan tertinggi untuk orang dewasa, atas jasanya kepada para pemuda.[81]

Investasi Sunting
Cascade Investments LLC, perusahaan investasi dan holding swasta Amerika Serikat yang diawasi oleh Bill Gates dan berkantor pusat di kota Kirkland, Washington.
bgC3, perusahaan wadah pemikir baru yang didirikan oleh Bill Gates.
Corbis, perusahaan jasa pemberi lisensi dan hak cipta gambar digital.
TerraPower, perusahaan desain reaktor nuklir.

Biografi Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki

Lahir 8 April 1947 (umur 70)
Hilo, Hawaii, Amerika Serikat
Pekerjaan Investor, usahawan, penulis, motivator
Pasangan Kim Kiyosaki
Robert Toru Kiyosaki (lahir 8 April 1947; umur 70 tahun) adalah seorang investor, usahawan, penulis dan motivator. Kiyosaki menjadi terkenal karena buku yang ditulisnya berjudul Rich Dad, Poor Dad. Buku ini merupakan bagian dari seri buku-buku dan material lain tentang motivasi. Ia telah menulis 15 buku yang secara akumulatif telah terjual lebih dari 26 juta buah.[1] Meski ia memulai penerbitan bukunya dengan menerbitkan sendiri, buku-bukunya kemudian diterbitkan oleh Warner Books, sebuah divisi dari Hachette Book Group USA, penerbit buku yang cukup terkenal di Amerika Serikat. Pada saat ini, buku-buku barunya diterbitkan oleh perusahaan penerbitan miliknya yaitu “the Rich Dad Press imprint”. Tiga dari bukunya yaitu Rich Dad Poor Dad, Rich Dad’s CASHFLOW Quadrant, dan Rich Dad’s Guide to Investing, telah menjadi 10 buku terlaris secara berkesinambungan di The Wall Street Journal, USA Today serta New York Times. Buku Rich Kid Smart Kid yang diterbitkan pada 2001, diterbitkan dengan maksud membantu orangtua merancangkan keuangan bagi anaknya. Dia telah membuat tiga macam papan permainan “Cashflow” berikut perangkat lunaknya, baik bagi anak-anak maupun dewasa. Ia juga memiliki kaset dan piringan magnetik kompak bagi seri “Rich Dad”-nya. Selain itu ia juga menerbitkan buletin bulanan.[butuh rujukan]

Kehidupan Pribadi Sunting

Sebuah generasi keempat Jepang-Amerika, Robert Kiyosaki dilahirkan dan dibesarkan di Hawai. Dia adalah putra dari almarhum pendidik Ralph H. Kiyosaki (1919-1991). Setelah lulus dari Hilo High School, ia memasuki US Merchant Marine Academy di New York, lulus pada tahun 1969 sebagai perwira dek. Dia kemudian bertugas di Korps Marinir sebagai pilot helikopter tempur selama Perang vietnam, di mana ia dianugerahi Medali Angkatan Udara.

Kiyosaki keluar dari Korps Marinir pada tahun 1974 dan mendapat pekerjaan menjual mesin fotokopi untuk Xerox Corporation. Pada tahun 1977, Kiyosaki memulai sebuah perusahaan yang memperkenalkan dompet “surfer” berbahan nilon dan Velcro untuk pertama kalinya kepada pasar. Perusahaan ini cukup berhasil pada awalnya tapi akhirnya bangkrut. Pada awal 1980-an, Kiyosaki memulai bisnis T-shirt berlisensi untuk Heavy metal band rock. Sekitar 1996-1997 ia meluncurkan CASHFLOW Technologies, Inc yang mengoperasikan dan memiliki merk dagang Rich Dad (dan Cashflow) brand. > tukar[butuh rujukan]

Keluarga Sunting

Ia menikah dengan Kim Kiyosaki. Memiliki seorang saudara kandung perempuan, Emi Kiyosaki, yang menjadi Bhikkhuni Buddha Tibet dan dikenal dengan nama Tenzin Kacho.[2]

Pengajaran Sunting

Sebagian besar dari ajaran-ajaran Kiyosaki fokus pada menghasilkan pendapatan pasif dengan cara investasi peluang, seperti real estate dan bisnis, dengan tujuan untuk bisa mendukung diri sendiri hanya dari investasi semacam itu. Sejalan dengan hal ini, Kiyosaki mendefinisikan “aset” sebagai hal-hal yang menghasilkan cash inflow, seperti sewa properti atau bisnis-dan “kewajiban” sebagai hal-hal yang menggunakan uang tunai, seperti rumah, mobil, dan begitu di. Kiyosaki juga berpendapat bahwa keuangan leverage (keuangan) sangat penting untuk menjadi kaya.

Kiyosaki menekankan apa yang disebutnya “melek keuangan” sebagai sarana untuk mendapatkan kekayaan. Dia mengatakan bahwa kecakapan hidup seringkali paling baik dipelajari melalui pengalaman dan bahwa ada pelajaran penting yang tidak diajarkan di sekolah. Dia mengatakan bahwa pendidikan formal terutama bagi mereka yang ingin menjadi karyawan atau wiraswasta, dan bahwa ini adalah sebuah ide “Era Industri.” Dan menurut Kiyosaki, dalam rangka untuk memperoleh kebebasan finansial, seseorang harus menjadi pemilik bisnis atau investor, guna menghasilkan pendapatan pasif.

Kiyosaki berbicara sering dari apa yang ia sebut “The Cashflow Quadrant,” alat konseptual yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana semua uang di dunia diperoleh. Digambarkan dalam sebuah diagram, konsep ini mensyaratkan empat kelompok, dibagi dengan dua garis (satu vertikal dan satu horisontal). Pada masing-masing empat kelompok ada surat yang mewakili sebuah cara di mana seorang individu mungkin memperoleh pendapatan. Huruf adalah sebagai berikut.

‘E:’ Employee atau Karyawan, pegawai negeri – Bekerja untuk orang lain.
‘S:’ Self-employed atau karyawan profesional seperti dokter, pengacara, akuntan,dan pekerja seks – Di mana seseorang memiliki keahlian setingkat diatas employee.
‘B:’ Business owner Pemilik Bisnis Besar seperti pimpinan perusahaan]] – Di mana seseorang memiliki sebuah “sistem” untuk membuat uang, bukan pekerjaan untuk menghasilkan uang.
‘I:’ Investor – Menginvestasikan atau menanamkan uang pada suatu bidang yang menghasilkan pemasukan lebih besar.
> tukar

Buku-buku Sunting

Kiyosaki terkenal karena bukunya Rich Dad, Poor Dad , # 1New York Times bestseller. Diikuti dengan Kiyosaki Rich Dad’s CASHFLOW QuadrantdanRich Dad’s Guide to Investing. Ia sekarang memiliki setidaknya selusin buku yang telah diterbitkan. Daftar sebagian buku-bukunya sudah termasuk di bawah ini.

Rich Dad, Poor Dad
Rich Dad, Poor Dad (Ayah Kaya, Ayah Miskin) adalah buku yang membahas masalah finansial yang dihadapi banyak orang dikarenakan ajaran keliru orang tua mereka mengenai keuangan, yang juga dialaminya semasa kecil dan remaja. Ayah yang mengajarkan pengetahuan finansial di dalam buku ini disebut Ayah Miskin (“Poor Dad”) dan Ayah Kaya (“Rich Dad”). Ayah Miskin yang dimaksudkan oleh Robert adalah ayah kandungnya sendiri yang ia bandingkan dengan ayah temannya yang ia sebut sebagai Ayah Kaya. Ayah kandung Robert adalah seorang guru yang berpendidikan tinggi yang selalu menekankan anak-anaknya untuk giat bersekolah supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan pekerjaan yang terjamin di masa mendatang. Dengan kata lain Ayah Miskin menyarankan agar anaknya menjadi pegawai yang berpenghasilan tinggi, namun tetap bergantung kepada gaji sepanjang hidupnya. Namun berbeda dengan saran Ayah Kaya yang tidak berpendidikan tinggi namun mengajarkan agar anak-anaknya untuk mengambil risiko membangun usaha dan menjadi investor setelah mereka lulus sekolah. Kedua ayah ini disebutkan telah memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupannya yang sekarang, karena dengan ajaran Ayah Kaya, ia bisa berhasil dalam bidang finansial, dan dengan pengaruh ayah kandungnya yang merupakan seorang pendidik terkenal, Robert bisa menjadi pengajar banyak orang mengenai pendidikan ekonomi yang ia ciptakan. Buku Rich Dad Poor Dad saat ini telah diterjemahkan dalam 35 bahasa.

Cashflow Quadrant: Rich Dad’s Guide to Financial Freedom (2000)
Cashflow Quadrant adalah investasi keuangan pribadi dan buku yang ditulis dengan Sharon Lechter, CPA sebagai sekuelRich Dad, Poor Dad. Di dalamnya, Kiyosaki membahas apa yang dia sebut kuadran arus kas: kotak yang terdiri dari huruf “E”, “S”, “B”, dan “I.” Kuadran arus kas itu sendiri hanya sebuah alat ilustratif untuk menunjukkan perbedaan antara Karyawan, Wiraswasta / Pemilik Bisnis Kecil, Bisnis pemilik (tidak secara langsung terlibat dalam sehari-hari operasi perusahaan), dan Investor. Kiyosaki membahas perbedaan antara konsep dan ide-ide karakteristik dari masing-masing kuadran, khususnya saat mereka berhubungan dengan pendapatan pasif dan pajak keuntungan.

Rich Dad’s Guide to Investing: What the Rich Invest in, That the Poor and the Middle Class Do Not! (2000)
Rich Dad’s Guide to Investingmemberikan pembaca sebuah peta jalan untuk menjadi Ultimate Investor, tipe orang yang menggunakan uang orang lain untuk menciptakan investasi yang orang ingin membelinya. Sementara dua buku pertama menggunakan stroke luas, yang satu ini masuk ke dalam jauh lebih detail tentang benar-benar menerapkan beberapa strategi yang dibahas.

Rich Kid, Smart Kid (2001)
Rich Kid, Smart Kidadalah menceritakan kembali dari pandangan Kiyosaki, padat dan diklarifikasi untuk mencoba dan membantu orang tua lebih memahami dan mengajar anak-anak mereka kunci konsep keuangan. Ini mencakup serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan orangtua dengan anak mereka untuk membuat mereka menyadari properti, keuangan dan berbagai cara dan tempat bisnis menghasilkan uang.

Rich Dad’s Prophecy (2002)
Rich Dad’s Prophecymemprediksi bahwa pasar akan mengalami keruntuhan Ekonomi sekitar 2016 ketika generasi tertua Baby Boomers mulai menguangkan rencana mereka 401 (k). Individu yang memiliki tabungandi dalam skema ke 401 (k) yang terencana akan menderita karena ini skema rencana pensiun ini ternyata tidak fleksibel dan tidak dapat bertahan dalam kondisi pasar yang sedang menurun bear market.[3]

Why We Want You To Be Rich, ditulis bersama Donald Trump (2007)
Why We Want You To Be Rich atau Mengapa Kami Ingin Anda Untuk Menjadi Kaya adalah sebuah buku yang ditulis oleh Robert Kiyosaki dan Donald Trump. Mendorong individu untuk menjadi melek finansial di era mendatang untuk memerangi masalah yang dihadapi Amerika Serikat, seperti penyusutan kelas menengah dan hak mentalitas.[4] > tukar

Buku-buku Lain Sunting

If You Want to be Rich & Happy, Don’t go to School (1992)
The Business School for People Who Like Helping People (2001) – endorses multi-level marketing.
Retire Young, Retire Rich (2001)
Rich Dad’s The Business School (2003)
Who Took My Money (2004)
Rich Dad, Poor Dad for Teens (2004)
Before You Quit Your Job (2005)
Rich Dad’s Escape from the Rat Race – Comic for children (2005)
Rich Dad’s Increase Your Financial IQ: Get Smarter with Your Money (2008)
Rich Dad’s Conspiracy of the Rich: The 8 New Rules of Money (2009 – free online edition)
Sebagian Bibliografi

Pengaruhnya di Indonesia Sunting

Robert Kiyosaki memberikan paradigma baru bagi dunia intelektual, bisnis dan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Ia memberikan pemahaman yang bagi banyak kalangan cukup menyentak, yaitu bahwa mencari uang bisa dilakukan dengan sejumlah cara selain menjadi pegawai. Empat kuadrannya memberikan gambaran jelas bagaimana uang bisa diperoleh. Kiyosaki juga memberikan inspirasi pada munculnya profesi baru di Indonesia: Motivator.

Biografi Bon Jovi

Bon Jovi, Sejarah Bon Jovi Dan Perjalanan Karir Bon Jovi (Lengkap)

Aurea Perfume Rabu, Juli 22, 2015 No Comments

Bon Jovi di Zurich di belakang panggung
Bon Jovi adalah band rock Amerika dari Sayreville, New Jersey. Dibentuk pada tahun 1983, Bon Jovi terdiri dari vokalis dengan nama sama yaitu Jon Bon Jovi (lahir dengan nama John Francis Bongiovi, Jr), pianis dan pemain keyboard David Bryan, dan drummer Tico Torres.

Lineup band ini tidak banyak berubah sepanjang sejarah, dengan satu-satunya pengecualian pada 1994 ketika terjadi pemecatan pemain bass Alec John Such, yang secara tidak resmi digantikan oleh Hugh McDonald, dan kepergian gitaris lama serta co-penulis lagu Richie Sambora pada tahun 2013.

Pada tahun 1986, Bon Jovi mencapai pengakuan global atas album ketiga mereka, Slippery When Wet, album keempat band ini, juga sukses di tahun 1988. Setelah tur dan rekaman non-stop selama 1980-an, band ini mengalami masa vakum setelah New Jersey Tour pada tahun 1990, dimana Jon Bon Jovi dan Richie Sambora merilis album solo masing-masing yang sukses. Pada tahun 1992, band ini kembali dengan album Keep The Faith. Single mereka tahun 2000 “It’s My Life”, berhasil menjaring khalayak yang lebih muda. Bon Jovi telah dikenal menggunakan gaya yang berbeda dalam musik mereka sepanjang amsa, dimana mereka menggunakan gaya musik country untuk album mereka Lost Highway pada tahun 2007. Pada tanggal 12 Maret 2013, Bon Jovi merilis album studio ke-12 mereka, What About Now.

Sejauh ini, Bon Jovi telah merilis 12 album studio, ditambah dua kompilasi dan dua album live. Mereka adalah salah satu band terlaris di dunia sepanjang masa, telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia dan melakukan lebih dari 2.700 konser di lebih dari 50 negara di depan lebih dari 34 juta fans. Bon Jovi masuk ke Music Hall of Fame Inggris pada tahun 2006. Band ini juga diberikan Penghargaan Merit di American Music Awards pada tahun 2004, dan sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora masuk menjadi penulis Hall of Fame pada tahun 2009.
Anggota Band
Formasi sekarang
Jon Bon Jovi – vokalis, gitaris

Phil Xenidis – gitaris, backing vocal

Tico Torres – drummer, pemain perkusi

David Bryan – keyboardis, backing vocal

Mantan anggota
Alec John Such – bassis

Richie Sambora – gitaris, backing vocal

Anggota tambahan
Roy Bittan – Keyboards
Chuck Burgi – Additional drums
David Grahmme – Backing vocals
Doug Katsaros – Additional keyboards
Frankie LaRocka – Drums
Hugh McDonald – Bass guitar
Aldo Nova – Additional guitar and keyboards
Tim Pierce – Guitar
Mick Seeley – Backing vocals
Teknisi
Larry Alexander
Jeff Hendrickson
John Bengelshmy

Source: Wikipedia

Sejarah
Formasi Awal (1978–1983)

Masa-masa awal Bon Jovi
Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di usia tiga belas tahun dengan band pertamanya ‘raze’. Pada usia enam belas Bon Jovi bertemu David Bryan dan membentuk band Atlantic City Expressway. Mereka bermain di klub New Jersey walaupun masih anak di bawah umur. Masih di masa remaja, Bon Jovi bermain di band John Bongiovi dan Wild Ones, bermain di klub lokal seperti “The Fast Lane” dimana mereka cukup dikenal di daerah tersebut. Pada tahun 1980, ia membentuk band lain, “The Rest”, dan menjadi band pembuka bagi Southside Johnny dan Jukes Asbury.

Rekaman profesional pertama Jon Bon Jovi
Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu wanita, Jon Bon Jovi bekerja di Power Station Studios, sebuah fasilitas rekaman di Manhattan di mana sepupunya Tony Bongiovi adalah co-owner. Bon Jovi membuat beberapa demo – termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier – dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal. Rekaman profesional pertama nya sebagai lead vokal dalam “R2-D2 We Wish You Merry Christmast,” yang merupakan bagian dari album Christmast in the Stars, dimana sepupunya menjadi co-producer.
Bon Jovi mengunjungi stasiun radio lokal WAPP 103.5FM “Apple” di Lake Success, New York. Dia berbicara langsung kepada Direktur promosi John Lassman, yang menerima lagu “Runaway” untuk dimasukkan di album kompilasi stasiun bakat homegrown lokal. Musisi yang membantu merekam “Runaway” – dikenal sebagai The All Stars Review – adalah gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald.
Lagu ini mulai diputar di daerah New York. Maret 1983, Bon Jovi menghubungi David Bryan, yang kemudian mengajak bassist Alec John Such dan drummer bernama Tico Torres. Yang diajak untuk bermain gitar adalah tetangga Bon Jovi, Dave Sabo (alias The Snake) yang kemudian membentuk kelompok Skid Row. Sabo sendiri sebenarnya belum sempat bergabung dengan Bon Jovi. Sabo akhirnya digantikan oleh Richie Sambora (b. Richard Stephen Sambora, 11 Juli 1959, Perth Amboy, New Jersey, USA). Sebelum bergabung ke band, Sambora telah melakukan tur dengan Joe Cocker, bermain untuk sebuah band yang disebut Mercy dan telah dipanggil untuk audisi oleh Kiss. Dia juga bermain di album lessons bersama band Message, yang dirilis ulang CDnya melalui Long Island Records pada tahun 1995.
Tico Torres juga seorang musisi berpengalaman, memiliki pengalaman bermain live di Phantom’s Opera, The Marvelettes, dan Chuck Berry. Ia muncul di 26 rekaman dan bermain bersama dengan Franke dan KO, sebuah band Jersey dengan hit single selama awal 1980-an.
David Bryan telah keluar dari band “Atlantic City Expressway” yang didirikan olehnya bersama Jon Bon Jovi dalam rangka untuk belajar kedokteran. Sementara di perguruan tinggi, dia menyadari bahwa dia ingin mengejar musik penuh-waktu dan melanjutkan ke sekolah musik Juilliard School, New York. Ketika Bon Jovi akan mendapatkan kontrak rekaman, Jon Bon Jovi menelepon David Bryan untuk mengajaknya kembali bergabung. Bryan memutuskan bergabung dengan Bon Jovi dan meninggalkan studinya.

Penggemar Berat Bon Jovi? Baca Juga:
1.Daftar Lagu Bon Jovi
2.10 Fakta Menarik Bon Jovi Yang Kalian Belum Tahu
3.Bon Jovi, Sejarah Bon Jovi dan Perjalanan Karir Bon Jovi
Bon Jovi dan 7800 ° Fahrenheit (1984-1985)
Setelah band ini mulai bermain, mereka menarik perhatian eksekutif rekaman Derek Shulman, yang menandatangani kontrak dengan Mercury Records yang merupakan bagian dari perusahaan PolyGram. Pamela Maher, seorang teman Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan untuk memberi nama bandnya Bon Jovi, mengikuti contoh dari band terkenal lainnya seperti Van Halen. Awalanya bandnya akan diberi nama Johnny Electric.

Album pertama Bon Jovi -self tittled-
Dengan bantuan manajer baru mereka Doc McGhee, mereka merekam debut album band, “Bon Jovi”, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini, termasuk hit pertama single, “Runaway”, mencapai posisi empat puluh teratas di Billboard Hot 100. Album ini memuncak di nomor empat puluh tiga di Billboard 200 chart album. Band ini segera mendapati peluang sebagai band pembuka bagi Scorpions di AS dan Kiss di Eropa.

Album kedua Bon Jovi, 7800 ° Fahrenheit
Pada tahun 1985, Bon Jovi mengeluarkan album kedua 7800 ° Fahrenheit dirilis. Band ini merilis tiga single “Only Lonely”, “In and Out of Love” dan balada “Silent Night”. Album ini memuncak di nomor tiga puluh tujuh pada Billboard 200 dan bersertifikat Gold oleh RIAA. Sementara penjualan album tidak sesuai harapan.
Slippery When Wet (1986-1987)

Album ketiga Bon Jovi, Slippery When Wet
Setelah dua album yang cukup sukses, Bon Jovi mengubah pendekatan mereka untuk album berikutnya dan menyewa penulis lagu profesional Desmond Child sebagai kolaborator. Bruce Fairbairn terpilih sebagai produser album. Pada awal 1986 Bon Jovi pindah ke Vancouver, Kanada untuk merekam album ketiga mereka. Band ini menghabiskan enam bulan rekaman album baru. Band ini memutuskan nama album ketiga adalah “Slippery When Wet” setelah mengunjungi sebuah klub strip di Vancouver bernama The Number 5 Orange.

Strip Club yang menjadi sumber inspirasi judul album ketiga Bon Jovi
Pada tanggal 16 Agustus 1986, Slippery When Wet dirilis. Album ini mencapai nomor satu di Amerika Serikat selama 8 minggu di chart album Billboard 200. Dua single dari album, “You Give Love a Bad Name” dan “Livin ‘on a Prayer “, menjadi nomor satu di Billboard Hot 100 singles chart. Slippery When Wet menjadi album dengan penjualan teratas pada tahun 1987 menurut Billboard. “Livin ‘On A Prayer “memenangkan MTV Video Music Award untuk Best Stage Performance. Band ini juga memenangkan. penghargaan untuk Favorite Pop/Rock Band di American Music Awards dan penghargaan untuk Favorite Rock Group di People Choice Awards.

Ketika Slippery When Wet dirilis pada bulan Agustus 1986 , Bon Jovi menjadi supporting act untuk band rock amerika yaitu 38 Special. Pada akhir tahun 1986, Bon Jovi melakukan pentas selama enam bulan di arena di seluruh Amerika. Pada bulan Agustus 1987, band ini tampil di “Monster of Rock” festival di Inggris. Selama set mereka Dee Snider, Bruce Dickinson dan Paul Stanley bergabung dengan band untuk melakukan “We Are An American Band”.

Penampilan Bon Jovi di Monster of Rock 1987
Band ini mengakhiri tahun dengan 130 pertunjukan di “Tour Without End”, dan meghasilkan $28.400.000.
New Jersey dan masa kekosongan (1988-1991)

Album keempat Bon Jovi, New Jersey
Bertekad untuk membuktikan bahwa keberhasilan Slippery When Wet bukanlah suatu kebetulan, Bon Jovi merilis album keempat mereka “New Jersey” pada September 1988. New Jersey memuncak di nomor satu di negara Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Selandia Baru dan Australia. Album ini menghasilkan lima Top 10 hits di Billboard Hot 100, menjadikan Bon Jovi pemilik rekor single paling banyak di Top 10 oleh album hard rock. Dua hits single, “Bad Medicine” dan “I’ll Be There for You”, berhasil mencapai nomor satu. Tiga single lainnya “Born to Be My Baby “,” Lay Your Hands on Me “, dan” Living in Sin “mencapai sepuluh besar tangga lagu. Bon Jovi bahkan menjadi berita menghebohkan ketika video untuk “Living In Sin” dilarang oleh MTV untuk ditampilkan akibat beberapa adegan percintaan/seks. Setelah kembali diedit kemudian MTV kembali menayangkannya.

Video Klip Living in Sin (1988)
Bon Jovi mengikuti lagi tur besar di seluruh dunia yang terus berlanjut sepanjang tahun 1989 dan 1990. Mereka mengunjungi lebih dari 22 negara dan melakukan lebih dari 232 pertunjukan sebelum semuanya berakhir. Titik puncak untuk band ini adalah 11 Juni 1989, konser yang terjual habis di Giants Stadium di New Jersey. Pada bulan Agustus tahun 1989, band ini menuju ke Uni Soviet untuk Festival Musik Perdamaian Moskow. Bon Jovi adalah band pertama resmi yang disetujui oleh pemerintah Soviet untuk tampil di Uni Soviet dan New Jersey menjadi album pertama AS yang akan dirilis secara legal di Uni Soviet.

Penampilan Bon Jovi di Moscow Music Peace Festival 1989
Pada bulan September tahun 1989, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora memainkan Livin ‘On A Prayer dan Wanted Dead Or Alive hanya dengan dua gitar akustik pada tahun 1989 untuk MTV Video Music Awards. Penampilan tersebut menjadi sumber inspirasi atas munculnya seri MTV Unplugged dan katalis untuk popularitas versi musik acoustic/unplugged dalam genre musik populer.

Penampilan Legendaris Bon Jovi Unplugged di MTV Music Award 1989
Antara tahun 1990 dan 1991 anggota band berpisah. Kelelahan rekaman album Slippery When Wet dan New Jersey, ditambah dengan tur album yang melelahkan, mengambil korban pada band. Pada akhir tur New Jersey, Bon Jovi telah melaksanakan 16 bulan konser dan anggota band kelelahan fisik dan kejenuhan, mental dan emosional. Akhirnya, setelah tanggal tur terakhir di Meksiko, dan tanpa rencana yang jelas untuk masa depan mereka, anggota band beristirahat ke rumah masing-masing. Ini adalah masa kekosongan bagi Bon Jovi. Selama waktu ini, Bon Jovi melakukan proyek-proyek solo masing-masing dan menunjukkan tidak ada keinginan untuk membuat album selanjutnya.
Meskipun telah mendapatkan semua kesuksesan yang ada, mereka tidak bahagia dengan status quo masa vakum ini. Maka pada tahun 1991 Jon Bon Jovi memecat beberapa manajemen, penasihat bisnis, dan agen nya, termasuk manajer yang telah lama menemani, Doc McGhee. Jon mengambil tanggung jawab sendiri dengan merapatkan barisan dan menciptakan Bon Jovi Manajemen. Pada Oktober 1991 band ini pergi ke sebuah pulau Karibia, St Thomas untuk mendiskusikan rencana bagi masa depan band. Mereka berhasil menyelesaikan perbedaan yang ada diantara mereka dengan memungkinkan setiap anggota untuk berbicara tentang perasaannya tanpa gangguan dari satu sama lain. Setelah menyelesaikan masalah mereka, mereka kembali ke studio Vancouver Little Mountain dengan Bob Rock ke mengerjakan album kelima band di Januari 1992.
Keep The Faith dan Cross Road (1992-1995)

Album kelima Bon Jovi, Keep The Faith
Album studio kelima Bon Jovi “Keep The Faith” dirilis pada bulan November 1992. Album ini mewakili “awal dari sebuah babak baru dalam sejarah Bon Jovi” dan menandai perubahan dalam suara dan gambar band. Album ini berpaling dari drum berat dan solo gitar liar, menjadi memperkenalkan suara yang lebih matang dari Bon Jovi dan lirik yang lebih serius. Media terfokus perhatian pada rambut Jon Bon Jovi. Ketika Jon Bon Jovi memotong rambutnya ia menjadi berita utama di CNN.

Rambut baru Jon Bon Jovi tahun 1992. Sampai masuk menjadi berita di CNN
Untuk mempromosikan Keep The Faith mereka kembali ke akar mereka, yaitu bermain di beberapa klub kecil di New Jersey di mana mereka memulai karir mereka. Band ini muncul di MTV Unplugged tapi itu berbeda dengan episode lain dari seri MTV Unplugged. Penampilan Bon Jovi terasa sangat intim, menampilkan akustik dari hits klasik (Bon Jovi dan lagu non-Bon Jovi) dan materi baru dari Keep The Faith. Penampilan di MTV Unplugged ini dirilis secara komersial pada tahun 1993 dengan judul Keep The Faith: An Evening with Bon Jovi.

Bon Jovi – Keep the Faith: An Evening With Bon Jovi (Official DVD Release)
Album Keep The Faith ini berhasil meraih Double Platinum oleh RIAA dan menghasilkan Top 10 hit single “Bed of Roses” dan menjadi judul lagu hit nomor satu di Mainstream Rock Tracks. Bon Jovi memulai tur dunia internasional untuk album ini, band ini mengunjungi negara belum pernah terlihat sebelumnya dan tampil di stadion di Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Australia. Mereka mengunjungi 37 negara, dan melakukan 177 penampilan dan mereka bermain untuk 2,5 juta penggemar di Keep the Faith Tour/I’ll Sleep When I’m Dead Tour.

Album greatest hits berjudul Cross Road
Pada bulan Oktober tahun 1994, Bon Jovi merilis album greatest hits berjudul Cross Road, dengan dua lagu baru: “Always” dan “Someday I’ll Be Saturday Night”. Single pertama dari album “Always” menjadi penjualan tertinggi single Bon Jovi dan berada di top 10 dari Billboard Hot 100 selama enam bulan. Di Inggris, Cross Road menjadi album terlaris tahun 1994. Pada tahun yang sama Bon Jovi memenangkan penghargaan untuk Best Selling Rock Band di World Music Awards.
Pada tahun yang sama, bassist Alec John Such berhenti dari band, ini adalah perubahan lineup pertama sejak Bon Jovi dibentuk. Hugh McDonald menjadi bassis Pelarian” tidak resmi. Jon Bon Jovi mengatakan, mengenai pemecatan ini “Tentu saja ini menyakitkan. Tapi aku belajar untuk menerima dan menghormatinya Kenyataan bahwa aku seorang workaholic, masuk dan keluar studio studio, panggung, selalu berurusan dengan musik setiap siang dan malam. Hal ini tidak berarti semua orang harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja saya. Alec ingin berhenti untuk sementara waktu sekarang, hal ini sebenarnya bukan sebuah kejutan buat saya. ”

Penampilan Bon Jovi pada Live From London tahun 1995
Hal ini diikuti dengan tur di seluruh dunia yang sangat sukses. Pada bulan Juni 1995, konser Bon Jovi sepanjang tiga malam di Stadion Wembley terjual habis dan menjadi sejarah bagi London. Konser yang didokumentasikan untuk Bon Jovi: Live From London.
These Days dan masa kekosongan lainnya (1995-1998)

Album keenam Bon Jovi, These Days
Album studio keenam Bon Jovi, These Days, dirilis pada bulan Juni 1995, pada saat waktu band melakukan tur Eropa. Album ini debut di posisi nomor satu di Inggris selama empat minggu berturut-turut di posisi teratas. Album ini juga mencapai nomor satu di Irlandia, Jerman, Australia, Jepang dan banyak negara lain. Single pertama album adalah lagu dengan irama rhythm and blues “This Ain’t a Love Song”. Dengan video musik eksotis yang difilmkan di Thailand, “This Ain’t a Love Song” mencapai puncak top 20 di Billboard Hot 100. Album ini juga menghasilkan empat hit single di Top 10 Inggris (“This Aint A Love Song”, “Something for the Pain”, “Lie to Me” and “These Days”).

Video Klip These Ain’t A Love Song
Tahun yang sama band ini meraih BRIT Award untuk band internasional terbaik dan juga memenangkan MTV Europe Music Award untuk Best Rock. Hal ini diikuti oleh These Days Tour.
Setelah sukses besar dari These Days Tour, para anggota Bon Jovi rehat kembali dan berpisah sementara. Tapi tidak seperti periode sebelumnya pada saat tur New Jersey yang penuh ketidakpastian, keokosingan ini adalah keputusan bersama band. Para anggota Bon Jovi menyetujui untuk cuti diri dari kegiatan band.
Crush, Bounce dan This Left Feels Right (1999–2004)
Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk merekam lagu “Real Life” untuk film EDTV. David Bryan pulih dari kecelakaan di mana dia hampir putus jarinya.

Album ketujuh Bon Jovi, Crush
Setelah absen hampir empat tahun, di mana beberapa anggota band bekerja pada proyek-proyek independen, Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk mulai bekerja pada album studio berikutnya mereka. Pada bulan Juni 2000, Crush dirilis sebagai album studio ketujuh. Single pertama “It’s My Life” tercatat sebagai salah satu rilis Bon Jovi yang paling sukses dalam satu dekade dan yang paling penting, menjadi simbol kesuksesan panjang band karena mereka berhasil melalui banyak perubahan dan rintangan yang ada. It’s My Life membantu memperkenalkan mereka ke basis penggemar baru yang lebih muda. Band ini menerima dua nominasi Grammy untuk Best Rock Album dan Best Rock Performance by Duo/Grup untuk lagu “It’s My Life”. Video klip “It’s My Life” memenangkan VH1 Music Awards untuk “My Favorite Video”.

Video klip It’s My Life
Bon Jovi melakukan konser di Stadion bersejarah Wembley London pada 19 dan 20 Agustus 2000, ini menjadi konser yang terakhir yang diadakan di tempat legendaris tersebut sebelum pembongkaran. Tahun itu band ini tampil dihadapan total 1,1 juta penggemar di 40 arena dan stadion di Amerika Utara, Eropa dan Jepang.

One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi yang pertama.
Selama tur, Bon Jovi merilis koleksi pertunjukan langsung sepanjang karir mereka dalam album berjudul One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi pertama kali. Lagu-lagu yang diambil dari arsip bahan direkam band ini telah mengumpulkan dari hari-hari awal mereka di jalan yang benar melalui tur saat ini. Pada akhir tahun Bon Jovi diberikan penghargaan untuk “Live Show Paling Populer” di tahun 2001 VH1 Music Awards.

America The Beauty
Para anggota band telah merencanakan liburan singkat sebelum bekerja kembali membuat album studio ke8. Tapi pada 11 September, terjadi bencana teroris. Beberapa hari setelah serangan teroris, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora membuat film Iklan Layanan Masyarakat untuk Palang Merah, “America The Beautiful” untuk NFL dan dilakukan sebagai bagian dari acara telethon Amerika Historic: A Tribute to Heroes yang disiarkan secara langsung. Satu bulan kemudian, Bon Jovi berpartisipasi di dua konser di Red Bank, NJ untuk mengumpulkan dana bagi keluarga dekat korban yang berasal dari kampung halaman band ini. Dan pada tanggal 21 Oktober 2001, Bon Jovi tampil di Konser monumental Untuk New York di Madison Square Garden, dengan tujuan untuk penggalangan dana bantuan dan menghormati mereka yang bekerja untuk menyelamatkan nyawa selama serangan itu.

Album kedelapan Bon Jovi, Bounce
Pada musim semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio kembali untuk mulai merekam album studio kedelapan mereka. Bounce dipengaruhi oleh serangan teroris 11 September 2001. album ini dirilis pada tanggal 8 Oktober 2002. Album tersebut debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris. Band ini melanjutkan tur album Bounce, di mana mereka membuat sejarah sebagai band terakhir yang bermain Stadion Veteran di Philadelphia sebelum diruntuhkan.

Album kesembilan Bon Jovi, This Left Feels Right
Menyusul akhir Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek sampingan; awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan akustik, band ini akhirnya penulisan ulang, rekaman ulang dan reinventing 12 hits terbesar mereka dalam sudut yang berbeda dan baru. Album studio kesembilan Bon Jovi ini “This Left Feels Right” dirilis pada bulan November 2003.

100,000,000 Bon Jovi Fans Can’t Be Wrong
Tahun berikutnya, band ini merilis set box yang berjudul “100,000,000 Bon Jovi Fans Can’t Be Wrong”, pemilihan judul merupakan penghormatan kepada Elvis Presley dengn judul 50,000,000 Elvis Fans Can’t Be Wrong. Set terdiri dari empat CD yang dikemas dengan 38 single yang belum pernah dirilis dan 12 lagu langka, serta DVD. Set box menandai penjualan 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati ulang tahun ke-20 semenjak rilis rekaman pertama band pada tahun 1984. Pada bulan November 2004, Bon Jovi diberikan penghargaan Merit Award di American Music Awards.
Have a Nice Day dan Lost Highway (2005–2008)

Album kesepuluh Bon Jovi, Have A Nice Day
Album studio kesepuluh “Have a Nice Day”, dirilis pada bulan September 2005. Album ini debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris, mencapai nomor satu di lima belas negara. Lagu Have a Nice Day menjadi hit internasional, mencapai top ten di Inggris, Eropa, Australia dan Kanada. Single kedua, “Who Says You Can not Go Home”, dirilis pada awal tahun 2006. Lagu ini mencapai empat puluh teratas di Billboard Hot 100 di Amerika Serikat. Sebuah versi duet “Who Says You Can not Go Home” dengan penyanyi country Jennifer Nettles dari Sugarland band, memuncak di nomor satu di Billboard Hot Country Songs dan Bon Jovi menjadi band rock pertama yang memiliki single nomor satu tunggal di Billboard lagu Country.

Bon Jovi dan Jennifer Nettles “Who Says You Can not Go Home”
Pada tanggal 11 Februari 2007, Bon Jovi dan Jennifer Nettles memenangkan Grammy Award, kategori”Best Country Collaboration with Vocals” untuk lagu “Who Says You Can not Go Home”. Band ini juga memenangkan penghargaan untuk Favorite Lagu Rock di People Choice Awards untuk lagu “Who Says You Can not Go Home”.

Segera setelah rilis Have A Nice Day, band ini mulai bersiap-siap untuk tur di seluruh dunia Have A Nice Day Tour. Tur ini sukses secara komersil dan signifikan, tampil di hadapan 2.002.000 penggemar, dan meraup total $ 191.000.000. Tur ini adalah ketiga tertinggi terlaris pada tahun 2006 mendapatkan $131.000.000, tepat di belakang The Rolling Stones ‘A Bigger Bang World Tour dan Madonna Confessions Tour. Pada tanggal 14 November 2006, Bon Jovi dimasukkan ke Inggris Music Hall of Fame bersama James Brown dan Led Zeppelin.

Album kesebelas Bon Jovi, Lost Higway
Pada bulan Juni 2007, Bon Jovi merilis album studio kesebelas mereka, Lost Highway. Album ini dipengaruhi dengan nuansa musik country menyusul kesuksesan single country “Who Says You Can not Go Home”, duet dengan Jennifer Nettles. Untuk mempromosikan album baru, Bon Jovi membuat beberapa penampilan televisi, termasuk CMT Awards ke-6 di Nashville, American Idol, dan MTV Unplugged, serta bermain di konser Live Earth di Giants Stadium. Mereka juga melakukan sepuluh kegiatan promosi di AS, Kanada, Inggris, dan Jepang. Sebagai bagian dari ‘tur’, Bon Jovi adalah kelompok pertama yang tampil di O2 Arena London baru (sebelumnya Millennium Dome) ketika dibuka untuk umum pada tanggal 24 Juni 2007. Stadion dengan kapasitas 23.000-seater terjual habis dalam waktu 30 menit semenjak tiket dirilis.

Bon Jovi – Till We Ain’t Strangers Anymore ft. LeAnn Rimes
Album, yang dijelaskan oleh Jon Bon Jovi sebagai “album Bon Jovi dipengaruhi oleh Nashville”, menduduki puncak tangga lagu di AS, Kanada, Eropa, dan Jepang. Single ketiga “Till We Ain’t Strangers Anymore” menampilkan LeAnn Rimes, memenangkan CMT Music Award untuk Kolaborasi Video of the Year pada tahun 2008. Lagu ini juga dinominasikan untuk Academy of Country Music Award untuk Vocal Event of the Year.
Pada bulan Oktober 2007 band ini mengumumkan Lost Highway Tour. Dimulai dengan pembukaan Satdiun baru Newark, New Jersey Prudential Center, band ini melanjutkan tur ke Kanada, Jepang, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan kemudian Eropa, dan selesai di musim panas 2008. Tur adalah tur terlaris tertinggi 2008 di peringkat Billboard, dengan penjualan tiket $210.600.000, mulai tanggal 14 November 2007 sampai Nov.11, 2008. Secara total, 2.157.675 tiket terjual selama tahun 2008.
The Circle and Greatest Hits (2009–2011)

Film dokumenter Bon Jovi, When We Were Beautiful
Pada bulan April 2009, film dokumenter karya Phil Griffin, “When We Were Beautiful”, debut di Festival Film Tribeca, mencatat naik turunnya Bon Jovi selama lebih dari 25 tahun dan mengikuti band tur terbaru mereka Lost Highway.

Don Was – “Stand by Me” – Andy, Jon Bon Jovi, Richie Sambora & Friends
Pada bulan Juni 2009, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame. Bulan itu mereka juga merekam lagu “Stand By Me” dengan penyanyi Iran Andy Madadian, untuk menunjukkan solidaritas bagi mereka yang terkena dampak kerusuhan politik di Iran. Bagian dari lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Persia.

Album kedua belas Bon Jovi, The Circle
Pada tanggal 10 November 2009, band ini merilis album studio kedua belas mereka, berjudul The Circle. The Circle kembali ke rock n ‘roll setelah album sebelumnya Lost Highway dipengaruhi Nashville. Album debut di nomor satu di Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Jepang. Bon Jovi pada 19 Februari 2010, memulai The Circle Tour. Bon Jovi menggebrak Tour The Circle dengan membuat sejarah. Mereka pertama pertama kalinya yang tampil di Stadion baru New Meadowlands di East Rutherford, New Jersey. Konser tiga hari pada 26 Mei, 27 dan 29, 2010 terjual habis dan sukses besar. Konser Bon Jovi sepanjang 12 malam di O2 Arena London meraup $ 18.178.036 dan tampil manggung untuk 187.696 penggemar.

The Circle Tour adalah tur konser terlaris 2010 menurut 25 tur konser Billboard. Selama tur telah dimainkan untuk 1.909.234 penggemar dan telah meraup $201.100.000 pada lebih dari 80 tempat menurut Pollstar. Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, Bon Jovi menempati peringkat Billboard & Pollstar Top Touring Act of the Year. Bon Jovi juga peringkat kedua dalam daftar majalah Forbes musisi dengan bayaran tertinggi di dunia, mendapatkan perkiraan $125.000.000 pendapatan tahun tersebut.

Album greatest Hits Bon Jovi tahun 2010
Bon Jovi merilis album greatest hits dengan empat lagu baru pada bulan Oktober 2010. Album debut di nomor satu di Kanada, Irlandia, Eropa, Australia dan membuat lima di dua puluh negara. Pada 2010 MTV Europe Music Awards, Bon Jovi menerima Global Icon Award. Pada bulan Oktober 2010, Bon Jovi merilis film konser, “The Circle Tour Live From Jersey” di bioskop AS. Pada saat yang sama, band ini mengumumkan tur mendatang mereka. Pada akhir tahun 2011, tur mendapatkan posisi kedua paling produktif pada tahunan, “Top 25 Tour” Billboard, dengan menghasilkan 790.000.000 dolar.
Inside Out and What About Now (2012–2013)
Pada bulan Januari 2012, Jon Bon Jovi menyatakan bahwa mereka mengerjakan album studio ketiga belas, dan dalam pertunjukan live pada bulan Agustus 2012, Jon Bon Jovi memainkan versi akustik dari lagu yang diumumkan untuk berada di album mendatang.

Album ketiga belas Bon Jovi, What About Now
Pada bulan Oktober 2012, Bon Jovi mengumumkan Tur dunia baru untuk 2013 yaitu Because We Can, untuk mempromosikan album baru mereka, What About Now, yang dirilis pada tanggal 12 Maret 2013. Tur dimulai pada bulan Februari tahun 2013 dan mengunjungi Amerika Utara, Eropa , Afrika, Timur Jauh, Australia dan Amerika Latin.
Pada tanggal 27 November 2012, Bon Jovi merilis album video baru, yang disebut Inside Out, terdiri dari konten dari pertunjukan di O2 Arena, Stadion MetLife, dan Madison Square Garden. Album ini pertama kali ditampilkan di bioskop., dengan pemutaran didahului dengan sesi tanya-jawab dengan Jon Bon Jovi, Richie Sambora, David Bryan dan Tico Torres disiarkan secara langsung dari teater di New York, dan kemudian dijual di iTunes.

Pada tanggal 14 Maret 2013, Bon Jovi tampil di Result Show American Idol dan memainkan satu lagu, Because We Can, dari album baru mereka What About Now.
Pada 2 April dan seterusnya, Richie Sambora meninggalkan tur band yang sedang berlangsung dengan “alasan pribadi”; Phil X sekali lagi menggantikan dia, kali ini untuk sisa tur, di tengah rumor bahwa Sambora telah dipecat. Sambora dan Jon Bon Jovi kemudian membantah klaim tersebut. Tico Torres juga absen sebentar karena operasi darurat kandung empedu; ia digantikan oleh Rich Scannella dari band solo Bon Jovi, Kings of Suburbia, dari September 20 sampai 6 Oktober.
Masa Kekosongan Ketiga (2014)
Setelah mengalami kesulitan pada Because We Can Tour, Bon Jovi memiliki rencana lain. Dalam konser solo swasta di Las Vegas, Jon Bon Jovi berbicara tentang masa depan band mengatakan bahwa ia melakukan tur terakhir terlalu cepat dan bahwa tur telah membawa dampak pada mereka semua.

Album New Jersey yang dirilis ulang pada peringatan 30th Aniversary Bon Jovi
2014 menandai 30th Anniversary sejak album pertama band Bon Jovi dirilis. Dalam perayaan ini, album band New Jersey dirilis ulang bersama dengan CD tambahan dengan demo the Sons of Beaches.
Pada bulan November 2014, Jon Bon Jovi mengatakan kepada wartawan bahwa Richie Sambora telah resmi meninggalkan band, mengatakan “Dia berhenti. Dia sudah pergi. Tidak ada dendam sama sekali.” November itu, ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang menyelesaikan menulis lagu untuk album studio berikutnya tanpa Sambora, yang secara tidak resmi digantikan oleh gitaris tur Phil X. Sambora menyatakan bahwa “Saya suka Jon, dan saya masih melihat kemungkinan kembalinya.”
Burning Bridges and Studio Album Keempat Belas (2015-Sekarang)
Pada 17 Juli 2015 Bon Jovi debut single baru mereka, “Saturday Night Gave Me Sunday Morning”, di radio. Seorang juru bicara untuk Bon Jovi mengatakan Billboard: “Burning Bridges, yang akan dirilis 21 Agustus adalah album untuk fans yang berisi potongan dari album sebelumnya dan akan diiringi dengan tur internasional yang akan datang. Band ini bekerja keras di album berikutnya, yang akan melihat rilis skala penuh pada tahun 2016.”