Manfaat Dan Kandungan Buah Naga

Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan – Naga adalah sebuah buah yang sangat terkenal di Indonesia, buah banyak terdapat di daerah – daerah yang beriklim tropis. Buah naga merupakan hasil dari pohon yang dapat hidup di padang gurun, tumbuhan itu adalah kaktus. Tapi, tidak semua kaktus yang merupakan tumbuhan penghasil buah naga, hanya beberapa jenis kaktus saja yang mampu menghasilkan buah naga ini, seperti Hylocereus dan Selenicereus. Buah naga banyak anda jumpai di pasar – pasar buah atau pun di kebun yang terdapat dekat dengan daerah tempat tinggal anda.

Buah Naga banyak mengandung gizi yang tidak kala dari buah matoa, bahkan banyak gizi yang terkandung dalam buah naga ini melebihi segala buah sejenisnya, jika anda mau tahu apa saja gizi yang terdapat pada buah naga ini lihat pada info saya kali ini. Buah naga biasanya dimanfaatkan rakyat cina sebagai ritual – ritual atau pun upacara adat istiadat mereka.

Meskipun begitu buah naga ini aslinya berasal dari negara Amerika, karena pertumbuhan buah naga ini sangatlah baik. Buah naga berbentuk bulat lonjong dan memiliki daun – daun cukup tajam yang berwarna hijau di setiap kulitnya. Seperti yang saya katakan tadi, kalau buah naga ini banyak mengandung gizi yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Selain memiliki banyak gizi, buah naga juga banyak mengandung manfaat yang sangat baik. Berikut manfaat dari buah naga.

Baca Juga Cara Membuat Obat Tidur dengan Mudah dan Cepat dari Bahan Di Sekitar Kita
Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Karena buah naga merupakan salah satu buah yang banyak mengandung vitamin c, membuat buah naga mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Untuk dapat mendapatkan lebih banyak vitamin c, saya sarankan untuk mengeringkan buah ini, hal ini mampu memperbanyak kandungan vitamin c sampai 10 kali lipat.

Memperbanyak Energi
Buah Naga juga dipercaya dapat memperbanyak energi didalam tubuh kita, karena buah naga juga banyak mengandung vitamin b1 yang mana kita tahu kalau vitamin ini mampu mempercepat pembentukkan karbohidrat.

Menurunkan Kolestrol
Karena banyaknya terdapat kandungan vitamin b3 dalam buah naga, membuat buah naga mampu menurunkan kolestrol yang ada dalam tubuh kita.
Menambah Nafsu Makan
Buah naga juga merupakan sumber dari kandungan vitamin b12 yang mana telah kita ketahui bahwa vitamin itu mampu meningkatkan nafsu makan kita, terutama untuk anak – anak.

Melancarkan Buang Air Besar
Selain mengandung vitamin yang sangat tinggi, buah naga ternyata juga banyak mengandung serat yang sangat tinggi. Serat itu mampu melancarkan buang air besar.

Memperkuat Tulang dan Gigi
Buah naga juga banyak mengandung fosfor dan kalsium, yang mana zat – zat tersebut mampu memperkuat tulang dan gigi kita.

Mencegah Penyakit Kanker
Buah naga juga dapat mencegah penyakit kanker, caranya adalah dengan mengkonsumsi buah naga secara teratur. Karena dalam buah ini terdapat banyak gizi yang sangat baik.

Baca Juga Khasiat dan Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan Tubuh
Membentuk Kembali Sel – Sel Rusak
Buah Naga banyak mengandung protein yang berguna untuk membentuk sel – sel rusak. Buah ini mampu melakukan hal seperti itu jika anda teratur dalam mengkonsumsi buah yang satu ini.

Menurunkan Tekanan Darah
Penemuan mengatakan kalau buah naga juga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh kita atau juga bisa disebut penyakit hipertensi.

Kandungan Gizi
Buah Naga banyak mengandung gizi yang sangat penting untuk tubuh kita, gizi yang terkandung dalam buah naga adalah fosfor, kalsium, karbohidrat, protein dan mineral. Buah ini juga banyak mengandung vitamin seperti vitamin c, vitamin b1, vitamin b2 dan vitamin b12. Demikianlah informasi Manfaat Buah Naga yang bisa kami sampaikan kepada anda, terima kasih sudah membaca.

Advertisements

Biografi Bon Jovi

Bon Jovi, Sejarah Bon Jovi Dan Perjalanan Karir Bon Jovi (Lengkap)

Aurea Perfume Rabu, Juli 22, 2015 No Comments

Bon Jovi di Zurich di belakang panggung
Bon Jovi adalah band rock Amerika dari Sayreville, New Jersey. Dibentuk pada tahun 1983, Bon Jovi terdiri dari vokalis dengan nama sama yaitu Jon Bon Jovi (lahir dengan nama John Francis Bongiovi, Jr), pianis dan pemain keyboard David Bryan, dan drummer Tico Torres.

Lineup band ini tidak banyak berubah sepanjang sejarah, dengan satu-satunya pengecualian pada 1994 ketika terjadi pemecatan pemain bass Alec John Such, yang secara tidak resmi digantikan oleh Hugh McDonald, dan kepergian gitaris lama serta co-penulis lagu Richie Sambora pada tahun 2013.

Pada tahun 1986, Bon Jovi mencapai pengakuan global atas album ketiga mereka, Slippery When Wet, album keempat band ini, juga sukses di tahun 1988. Setelah tur dan rekaman non-stop selama 1980-an, band ini mengalami masa vakum setelah New Jersey Tour pada tahun 1990, dimana Jon Bon Jovi dan Richie Sambora merilis album solo masing-masing yang sukses. Pada tahun 1992, band ini kembali dengan album Keep The Faith. Single mereka tahun 2000 “It’s My Life”, berhasil menjaring khalayak yang lebih muda. Bon Jovi telah dikenal menggunakan gaya yang berbeda dalam musik mereka sepanjang amsa, dimana mereka menggunakan gaya musik country untuk album mereka Lost Highway pada tahun 2007. Pada tanggal 12 Maret 2013, Bon Jovi merilis album studio ke-12 mereka, What About Now.

Sejauh ini, Bon Jovi telah merilis 12 album studio, ditambah dua kompilasi dan dua album live. Mereka adalah salah satu band terlaris di dunia sepanjang masa, telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia dan melakukan lebih dari 2.700 konser di lebih dari 50 negara di depan lebih dari 34 juta fans. Bon Jovi masuk ke Music Hall of Fame Inggris pada tahun 2006. Band ini juga diberikan Penghargaan Merit di American Music Awards pada tahun 2004, dan sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora masuk menjadi penulis Hall of Fame pada tahun 2009.
Anggota Band
Formasi sekarang
Jon Bon Jovi – vokalis, gitaris

Phil Xenidis – gitaris, backing vocal

Tico Torres – drummer, pemain perkusi

David Bryan – keyboardis, backing vocal

Mantan anggota
Alec John Such – bassis

Richie Sambora – gitaris, backing vocal

Anggota tambahan
Roy Bittan – Keyboards
Chuck Burgi – Additional drums
David Grahmme – Backing vocals
Doug Katsaros – Additional keyboards
Frankie LaRocka – Drums
Hugh McDonald – Bass guitar
Aldo Nova – Additional guitar and keyboards
Tim Pierce – Guitar
Mick Seeley – Backing vocals
Teknisi
Larry Alexander
Jeff Hendrickson
John Bengelshmy

Source: Wikipedia

Sejarah
Formasi Awal (1978–1983)

Masa-masa awal Bon Jovi
Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di usia tiga belas tahun dengan band pertamanya ‘raze’. Pada usia enam belas Bon Jovi bertemu David Bryan dan membentuk band Atlantic City Expressway. Mereka bermain di klub New Jersey walaupun masih anak di bawah umur. Masih di masa remaja, Bon Jovi bermain di band John Bongiovi dan Wild Ones, bermain di klub lokal seperti “The Fast Lane” dimana mereka cukup dikenal di daerah tersebut. Pada tahun 1980, ia membentuk band lain, “The Rest”, dan menjadi band pembuka bagi Southside Johnny dan Jukes Asbury.

Rekaman profesional pertama Jon Bon Jovi
Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu wanita, Jon Bon Jovi bekerja di Power Station Studios, sebuah fasilitas rekaman di Manhattan di mana sepupunya Tony Bongiovi adalah co-owner. Bon Jovi membuat beberapa demo – termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier – dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal. Rekaman profesional pertama nya sebagai lead vokal dalam “R2-D2 We Wish You Merry Christmast,” yang merupakan bagian dari album Christmast in the Stars, dimana sepupunya menjadi co-producer.
Bon Jovi mengunjungi stasiun radio lokal WAPP 103.5FM “Apple” di Lake Success, New York. Dia berbicara langsung kepada Direktur promosi John Lassman, yang menerima lagu “Runaway” untuk dimasukkan di album kompilasi stasiun bakat homegrown lokal. Musisi yang membantu merekam “Runaway” – dikenal sebagai The All Stars Review – adalah gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald.
Lagu ini mulai diputar di daerah New York. Maret 1983, Bon Jovi menghubungi David Bryan, yang kemudian mengajak bassist Alec John Such dan drummer bernama Tico Torres. Yang diajak untuk bermain gitar adalah tetangga Bon Jovi, Dave Sabo (alias The Snake) yang kemudian membentuk kelompok Skid Row. Sabo sendiri sebenarnya belum sempat bergabung dengan Bon Jovi. Sabo akhirnya digantikan oleh Richie Sambora (b. Richard Stephen Sambora, 11 Juli 1959, Perth Amboy, New Jersey, USA). Sebelum bergabung ke band, Sambora telah melakukan tur dengan Joe Cocker, bermain untuk sebuah band yang disebut Mercy dan telah dipanggil untuk audisi oleh Kiss. Dia juga bermain di album lessons bersama band Message, yang dirilis ulang CDnya melalui Long Island Records pada tahun 1995.
Tico Torres juga seorang musisi berpengalaman, memiliki pengalaman bermain live di Phantom’s Opera, The Marvelettes, dan Chuck Berry. Ia muncul di 26 rekaman dan bermain bersama dengan Franke dan KO, sebuah band Jersey dengan hit single selama awal 1980-an.
David Bryan telah keluar dari band “Atlantic City Expressway” yang didirikan olehnya bersama Jon Bon Jovi dalam rangka untuk belajar kedokteran. Sementara di perguruan tinggi, dia menyadari bahwa dia ingin mengejar musik penuh-waktu dan melanjutkan ke sekolah musik Juilliard School, New York. Ketika Bon Jovi akan mendapatkan kontrak rekaman, Jon Bon Jovi menelepon David Bryan untuk mengajaknya kembali bergabung. Bryan memutuskan bergabung dengan Bon Jovi dan meninggalkan studinya.

Penggemar Berat Bon Jovi? Baca Juga:
1.Daftar Lagu Bon Jovi
2.10 Fakta Menarik Bon Jovi Yang Kalian Belum Tahu
3.Bon Jovi, Sejarah Bon Jovi dan Perjalanan Karir Bon Jovi
Bon Jovi dan 7800 ° Fahrenheit (1984-1985)
Setelah band ini mulai bermain, mereka menarik perhatian eksekutif rekaman Derek Shulman, yang menandatangani kontrak dengan Mercury Records yang merupakan bagian dari perusahaan PolyGram. Pamela Maher, seorang teman Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan untuk memberi nama bandnya Bon Jovi, mengikuti contoh dari band terkenal lainnya seperti Van Halen. Awalanya bandnya akan diberi nama Johnny Electric.

Album pertama Bon Jovi -self tittled-
Dengan bantuan manajer baru mereka Doc McGhee, mereka merekam debut album band, “Bon Jovi”, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini, termasuk hit pertama single, “Runaway”, mencapai posisi empat puluh teratas di Billboard Hot 100. Album ini memuncak di nomor empat puluh tiga di Billboard 200 chart album. Band ini segera mendapati peluang sebagai band pembuka bagi Scorpions di AS dan Kiss di Eropa.

Album kedua Bon Jovi, 7800 ° Fahrenheit
Pada tahun 1985, Bon Jovi mengeluarkan album kedua 7800 ° Fahrenheit dirilis. Band ini merilis tiga single “Only Lonely”, “In and Out of Love” dan balada “Silent Night”. Album ini memuncak di nomor tiga puluh tujuh pada Billboard 200 dan bersertifikat Gold oleh RIAA. Sementara penjualan album tidak sesuai harapan.
Slippery When Wet (1986-1987)

Album ketiga Bon Jovi, Slippery When Wet
Setelah dua album yang cukup sukses, Bon Jovi mengubah pendekatan mereka untuk album berikutnya dan menyewa penulis lagu profesional Desmond Child sebagai kolaborator. Bruce Fairbairn terpilih sebagai produser album. Pada awal 1986 Bon Jovi pindah ke Vancouver, Kanada untuk merekam album ketiga mereka. Band ini menghabiskan enam bulan rekaman album baru. Band ini memutuskan nama album ketiga adalah “Slippery When Wet” setelah mengunjungi sebuah klub strip di Vancouver bernama The Number 5 Orange.

Strip Club yang menjadi sumber inspirasi judul album ketiga Bon Jovi
Pada tanggal 16 Agustus 1986, Slippery When Wet dirilis. Album ini mencapai nomor satu di Amerika Serikat selama 8 minggu di chart album Billboard 200. Dua single dari album, “You Give Love a Bad Name” dan “Livin ‘on a Prayer “, menjadi nomor satu di Billboard Hot 100 singles chart. Slippery When Wet menjadi album dengan penjualan teratas pada tahun 1987 menurut Billboard. “Livin ‘On A Prayer “memenangkan MTV Video Music Award untuk Best Stage Performance. Band ini juga memenangkan. penghargaan untuk Favorite Pop/Rock Band di American Music Awards dan penghargaan untuk Favorite Rock Group di People Choice Awards.

Ketika Slippery When Wet dirilis pada bulan Agustus 1986 , Bon Jovi menjadi supporting act untuk band rock amerika yaitu 38 Special. Pada akhir tahun 1986, Bon Jovi melakukan pentas selama enam bulan di arena di seluruh Amerika. Pada bulan Agustus 1987, band ini tampil di “Monster of Rock” festival di Inggris. Selama set mereka Dee Snider, Bruce Dickinson dan Paul Stanley bergabung dengan band untuk melakukan “We Are An American Band”.

Penampilan Bon Jovi di Monster of Rock 1987
Band ini mengakhiri tahun dengan 130 pertunjukan di “Tour Without End”, dan meghasilkan $28.400.000.
New Jersey dan masa kekosongan (1988-1991)

Album keempat Bon Jovi, New Jersey
Bertekad untuk membuktikan bahwa keberhasilan Slippery When Wet bukanlah suatu kebetulan, Bon Jovi merilis album keempat mereka “New Jersey” pada September 1988. New Jersey memuncak di nomor satu di negara Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Selandia Baru dan Australia. Album ini menghasilkan lima Top 10 hits di Billboard Hot 100, menjadikan Bon Jovi pemilik rekor single paling banyak di Top 10 oleh album hard rock. Dua hits single, “Bad Medicine” dan “I’ll Be There for You”, berhasil mencapai nomor satu. Tiga single lainnya “Born to Be My Baby “,” Lay Your Hands on Me “, dan” Living in Sin “mencapai sepuluh besar tangga lagu. Bon Jovi bahkan menjadi berita menghebohkan ketika video untuk “Living In Sin” dilarang oleh MTV untuk ditampilkan akibat beberapa adegan percintaan/seks. Setelah kembali diedit kemudian MTV kembali menayangkannya.

Video Klip Living in Sin (1988)
Bon Jovi mengikuti lagi tur besar di seluruh dunia yang terus berlanjut sepanjang tahun 1989 dan 1990. Mereka mengunjungi lebih dari 22 negara dan melakukan lebih dari 232 pertunjukan sebelum semuanya berakhir. Titik puncak untuk band ini adalah 11 Juni 1989, konser yang terjual habis di Giants Stadium di New Jersey. Pada bulan Agustus tahun 1989, band ini menuju ke Uni Soviet untuk Festival Musik Perdamaian Moskow. Bon Jovi adalah band pertama resmi yang disetujui oleh pemerintah Soviet untuk tampil di Uni Soviet dan New Jersey menjadi album pertama AS yang akan dirilis secara legal di Uni Soviet.

Penampilan Bon Jovi di Moscow Music Peace Festival 1989
Pada bulan September tahun 1989, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora memainkan Livin ‘On A Prayer dan Wanted Dead Or Alive hanya dengan dua gitar akustik pada tahun 1989 untuk MTV Video Music Awards. Penampilan tersebut menjadi sumber inspirasi atas munculnya seri MTV Unplugged dan katalis untuk popularitas versi musik acoustic/unplugged dalam genre musik populer.

Penampilan Legendaris Bon Jovi Unplugged di MTV Music Award 1989
Antara tahun 1990 dan 1991 anggota band berpisah. Kelelahan rekaman album Slippery When Wet dan New Jersey, ditambah dengan tur album yang melelahkan, mengambil korban pada band. Pada akhir tur New Jersey, Bon Jovi telah melaksanakan 16 bulan konser dan anggota band kelelahan fisik dan kejenuhan, mental dan emosional. Akhirnya, setelah tanggal tur terakhir di Meksiko, dan tanpa rencana yang jelas untuk masa depan mereka, anggota band beristirahat ke rumah masing-masing. Ini adalah masa kekosongan bagi Bon Jovi. Selama waktu ini, Bon Jovi melakukan proyek-proyek solo masing-masing dan menunjukkan tidak ada keinginan untuk membuat album selanjutnya.
Meskipun telah mendapatkan semua kesuksesan yang ada, mereka tidak bahagia dengan status quo masa vakum ini. Maka pada tahun 1991 Jon Bon Jovi memecat beberapa manajemen, penasihat bisnis, dan agen nya, termasuk manajer yang telah lama menemani, Doc McGhee. Jon mengambil tanggung jawab sendiri dengan merapatkan barisan dan menciptakan Bon Jovi Manajemen. Pada Oktober 1991 band ini pergi ke sebuah pulau Karibia, St Thomas untuk mendiskusikan rencana bagi masa depan band. Mereka berhasil menyelesaikan perbedaan yang ada diantara mereka dengan memungkinkan setiap anggota untuk berbicara tentang perasaannya tanpa gangguan dari satu sama lain. Setelah menyelesaikan masalah mereka, mereka kembali ke studio Vancouver Little Mountain dengan Bob Rock ke mengerjakan album kelima band di Januari 1992.
Keep The Faith dan Cross Road (1992-1995)

Album kelima Bon Jovi, Keep The Faith
Album studio kelima Bon Jovi “Keep The Faith” dirilis pada bulan November 1992. Album ini mewakili “awal dari sebuah babak baru dalam sejarah Bon Jovi” dan menandai perubahan dalam suara dan gambar band. Album ini berpaling dari drum berat dan solo gitar liar, menjadi memperkenalkan suara yang lebih matang dari Bon Jovi dan lirik yang lebih serius. Media terfokus perhatian pada rambut Jon Bon Jovi. Ketika Jon Bon Jovi memotong rambutnya ia menjadi berita utama di CNN.

Rambut baru Jon Bon Jovi tahun 1992. Sampai masuk menjadi berita di CNN
Untuk mempromosikan Keep The Faith mereka kembali ke akar mereka, yaitu bermain di beberapa klub kecil di New Jersey di mana mereka memulai karir mereka. Band ini muncul di MTV Unplugged tapi itu berbeda dengan episode lain dari seri MTV Unplugged. Penampilan Bon Jovi terasa sangat intim, menampilkan akustik dari hits klasik (Bon Jovi dan lagu non-Bon Jovi) dan materi baru dari Keep The Faith. Penampilan di MTV Unplugged ini dirilis secara komersial pada tahun 1993 dengan judul Keep The Faith: An Evening with Bon Jovi.

Bon Jovi – Keep the Faith: An Evening With Bon Jovi (Official DVD Release)
Album Keep The Faith ini berhasil meraih Double Platinum oleh RIAA dan menghasilkan Top 10 hit single “Bed of Roses” dan menjadi judul lagu hit nomor satu di Mainstream Rock Tracks. Bon Jovi memulai tur dunia internasional untuk album ini, band ini mengunjungi negara belum pernah terlihat sebelumnya dan tampil di stadion di Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Australia. Mereka mengunjungi 37 negara, dan melakukan 177 penampilan dan mereka bermain untuk 2,5 juta penggemar di Keep the Faith Tour/I’ll Sleep When I’m Dead Tour.

Album greatest hits berjudul Cross Road
Pada bulan Oktober tahun 1994, Bon Jovi merilis album greatest hits berjudul Cross Road, dengan dua lagu baru: “Always” dan “Someday I’ll Be Saturday Night”. Single pertama dari album “Always” menjadi penjualan tertinggi single Bon Jovi dan berada di top 10 dari Billboard Hot 100 selama enam bulan. Di Inggris, Cross Road menjadi album terlaris tahun 1994. Pada tahun yang sama Bon Jovi memenangkan penghargaan untuk Best Selling Rock Band di World Music Awards.
Pada tahun yang sama, bassist Alec John Such berhenti dari band, ini adalah perubahan lineup pertama sejak Bon Jovi dibentuk. Hugh McDonald menjadi bassis Pelarian” tidak resmi. Jon Bon Jovi mengatakan, mengenai pemecatan ini “Tentu saja ini menyakitkan. Tapi aku belajar untuk menerima dan menghormatinya Kenyataan bahwa aku seorang workaholic, masuk dan keluar studio studio, panggung, selalu berurusan dengan musik setiap siang dan malam. Hal ini tidak berarti semua orang harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja saya. Alec ingin berhenti untuk sementara waktu sekarang, hal ini sebenarnya bukan sebuah kejutan buat saya. ”

Penampilan Bon Jovi pada Live From London tahun 1995
Hal ini diikuti dengan tur di seluruh dunia yang sangat sukses. Pada bulan Juni 1995, konser Bon Jovi sepanjang tiga malam di Stadion Wembley terjual habis dan menjadi sejarah bagi London. Konser yang didokumentasikan untuk Bon Jovi: Live From London.
These Days dan masa kekosongan lainnya (1995-1998)

Album keenam Bon Jovi, These Days
Album studio keenam Bon Jovi, These Days, dirilis pada bulan Juni 1995, pada saat waktu band melakukan tur Eropa. Album ini debut di posisi nomor satu di Inggris selama empat minggu berturut-turut di posisi teratas. Album ini juga mencapai nomor satu di Irlandia, Jerman, Australia, Jepang dan banyak negara lain. Single pertama album adalah lagu dengan irama rhythm and blues “This Ain’t a Love Song”. Dengan video musik eksotis yang difilmkan di Thailand, “This Ain’t a Love Song” mencapai puncak top 20 di Billboard Hot 100. Album ini juga menghasilkan empat hit single di Top 10 Inggris (“This Aint A Love Song”, “Something for the Pain”, “Lie to Me” and “These Days”).

Video Klip These Ain’t A Love Song
Tahun yang sama band ini meraih BRIT Award untuk band internasional terbaik dan juga memenangkan MTV Europe Music Award untuk Best Rock. Hal ini diikuti oleh These Days Tour.
Setelah sukses besar dari These Days Tour, para anggota Bon Jovi rehat kembali dan berpisah sementara. Tapi tidak seperti periode sebelumnya pada saat tur New Jersey yang penuh ketidakpastian, keokosingan ini adalah keputusan bersama band. Para anggota Bon Jovi menyetujui untuk cuti diri dari kegiatan band.
Crush, Bounce dan This Left Feels Right (1999–2004)
Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk merekam lagu “Real Life” untuk film EDTV. David Bryan pulih dari kecelakaan di mana dia hampir putus jarinya.

Album ketujuh Bon Jovi, Crush
Setelah absen hampir empat tahun, di mana beberapa anggota band bekerja pada proyek-proyek independen, Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk mulai bekerja pada album studio berikutnya mereka. Pada bulan Juni 2000, Crush dirilis sebagai album studio ketujuh. Single pertama “It’s My Life” tercatat sebagai salah satu rilis Bon Jovi yang paling sukses dalam satu dekade dan yang paling penting, menjadi simbol kesuksesan panjang band karena mereka berhasil melalui banyak perubahan dan rintangan yang ada. It’s My Life membantu memperkenalkan mereka ke basis penggemar baru yang lebih muda. Band ini menerima dua nominasi Grammy untuk Best Rock Album dan Best Rock Performance by Duo/Grup untuk lagu “It’s My Life”. Video klip “It’s My Life” memenangkan VH1 Music Awards untuk “My Favorite Video”.

Video klip It’s My Life
Bon Jovi melakukan konser di Stadion bersejarah Wembley London pada 19 dan 20 Agustus 2000, ini menjadi konser yang terakhir yang diadakan di tempat legendaris tersebut sebelum pembongkaran. Tahun itu band ini tampil dihadapan total 1,1 juta penggemar di 40 arena dan stadion di Amerika Utara, Eropa dan Jepang.

One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi yang pertama.
Selama tur, Bon Jovi merilis koleksi pertunjukan langsung sepanjang karir mereka dalam album berjudul One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi pertama kali. Lagu-lagu yang diambil dari arsip bahan direkam band ini telah mengumpulkan dari hari-hari awal mereka di jalan yang benar melalui tur saat ini. Pada akhir tahun Bon Jovi diberikan penghargaan untuk “Live Show Paling Populer” di tahun 2001 VH1 Music Awards.

America The Beauty
Para anggota band telah merencanakan liburan singkat sebelum bekerja kembali membuat album studio ke8. Tapi pada 11 September, terjadi bencana teroris. Beberapa hari setelah serangan teroris, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora membuat film Iklan Layanan Masyarakat untuk Palang Merah, “America The Beautiful” untuk NFL dan dilakukan sebagai bagian dari acara telethon Amerika Historic: A Tribute to Heroes yang disiarkan secara langsung. Satu bulan kemudian, Bon Jovi berpartisipasi di dua konser di Red Bank, NJ untuk mengumpulkan dana bagi keluarga dekat korban yang berasal dari kampung halaman band ini. Dan pada tanggal 21 Oktober 2001, Bon Jovi tampil di Konser monumental Untuk New York di Madison Square Garden, dengan tujuan untuk penggalangan dana bantuan dan menghormati mereka yang bekerja untuk menyelamatkan nyawa selama serangan itu.

Album kedelapan Bon Jovi, Bounce
Pada musim semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio kembali untuk mulai merekam album studio kedelapan mereka. Bounce dipengaruhi oleh serangan teroris 11 September 2001. album ini dirilis pada tanggal 8 Oktober 2002. Album tersebut debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris. Band ini melanjutkan tur album Bounce, di mana mereka membuat sejarah sebagai band terakhir yang bermain Stadion Veteran di Philadelphia sebelum diruntuhkan.

Album kesembilan Bon Jovi, This Left Feels Right
Menyusul akhir Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek sampingan; awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan akustik, band ini akhirnya penulisan ulang, rekaman ulang dan reinventing 12 hits terbesar mereka dalam sudut yang berbeda dan baru. Album studio kesembilan Bon Jovi ini “This Left Feels Right” dirilis pada bulan November 2003.

100,000,000 Bon Jovi Fans Can’t Be Wrong
Tahun berikutnya, band ini merilis set box yang berjudul “100,000,000 Bon Jovi Fans Can’t Be Wrong”, pemilihan judul merupakan penghormatan kepada Elvis Presley dengn judul 50,000,000 Elvis Fans Can’t Be Wrong. Set terdiri dari empat CD yang dikemas dengan 38 single yang belum pernah dirilis dan 12 lagu langka, serta DVD. Set box menandai penjualan 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati ulang tahun ke-20 semenjak rilis rekaman pertama band pada tahun 1984. Pada bulan November 2004, Bon Jovi diberikan penghargaan Merit Award di American Music Awards.
Have a Nice Day dan Lost Highway (2005–2008)

Album kesepuluh Bon Jovi, Have A Nice Day
Album studio kesepuluh “Have a Nice Day”, dirilis pada bulan September 2005. Album ini debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris, mencapai nomor satu di lima belas negara. Lagu Have a Nice Day menjadi hit internasional, mencapai top ten di Inggris, Eropa, Australia dan Kanada. Single kedua, “Who Says You Can not Go Home”, dirilis pada awal tahun 2006. Lagu ini mencapai empat puluh teratas di Billboard Hot 100 di Amerika Serikat. Sebuah versi duet “Who Says You Can not Go Home” dengan penyanyi country Jennifer Nettles dari Sugarland band, memuncak di nomor satu di Billboard Hot Country Songs dan Bon Jovi menjadi band rock pertama yang memiliki single nomor satu tunggal di Billboard lagu Country.

Bon Jovi dan Jennifer Nettles “Who Says You Can not Go Home”
Pada tanggal 11 Februari 2007, Bon Jovi dan Jennifer Nettles memenangkan Grammy Award, kategori”Best Country Collaboration with Vocals” untuk lagu “Who Says You Can not Go Home”. Band ini juga memenangkan penghargaan untuk Favorite Lagu Rock di People Choice Awards untuk lagu “Who Says You Can not Go Home”.

Segera setelah rilis Have A Nice Day, band ini mulai bersiap-siap untuk tur di seluruh dunia Have A Nice Day Tour. Tur ini sukses secara komersil dan signifikan, tampil di hadapan 2.002.000 penggemar, dan meraup total $ 191.000.000. Tur ini adalah ketiga tertinggi terlaris pada tahun 2006 mendapatkan $131.000.000, tepat di belakang The Rolling Stones ‘A Bigger Bang World Tour dan Madonna Confessions Tour. Pada tanggal 14 November 2006, Bon Jovi dimasukkan ke Inggris Music Hall of Fame bersama James Brown dan Led Zeppelin.

Album kesebelas Bon Jovi, Lost Higway
Pada bulan Juni 2007, Bon Jovi merilis album studio kesebelas mereka, Lost Highway. Album ini dipengaruhi dengan nuansa musik country menyusul kesuksesan single country “Who Says You Can not Go Home”, duet dengan Jennifer Nettles. Untuk mempromosikan album baru, Bon Jovi membuat beberapa penampilan televisi, termasuk CMT Awards ke-6 di Nashville, American Idol, dan MTV Unplugged, serta bermain di konser Live Earth di Giants Stadium. Mereka juga melakukan sepuluh kegiatan promosi di AS, Kanada, Inggris, dan Jepang. Sebagai bagian dari ‘tur’, Bon Jovi adalah kelompok pertama yang tampil di O2 Arena London baru (sebelumnya Millennium Dome) ketika dibuka untuk umum pada tanggal 24 Juni 2007. Stadion dengan kapasitas 23.000-seater terjual habis dalam waktu 30 menit semenjak tiket dirilis.

Bon Jovi – Till We Ain’t Strangers Anymore ft. LeAnn Rimes
Album, yang dijelaskan oleh Jon Bon Jovi sebagai “album Bon Jovi dipengaruhi oleh Nashville”, menduduki puncak tangga lagu di AS, Kanada, Eropa, dan Jepang. Single ketiga “Till We Ain’t Strangers Anymore” menampilkan LeAnn Rimes, memenangkan CMT Music Award untuk Kolaborasi Video of the Year pada tahun 2008. Lagu ini juga dinominasikan untuk Academy of Country Music Award untuk Vocal Event of the Year.
Pada bulan Oktober 2007 band ini mengumumkan Lost Highway Tour. Dimulai dengan pembukaan Satdiun baru Newark, New Jersey Prudential Center, band ini melanjutkan tur ke Kanada, Jepang, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan kemudian Eropa, dan selesai di musim panas 2008. Tur adalah tur terlaris tertinggi 2008 di peringkat Billboard, dengan penjualan tiket $210.600.000, mulai tanggal 14 November 2007 sampai Nov.11, 2008. Secara total, 2.157.675 tiket terjual selama tahun 2008.
The Circle and Greatest Hits (2009–2011)

Film dokumenter Bon Jovi, When We Were Beautiful
Pada bulan April 2009, film dokumenter karya Phil Griffin, “When We Were Beautiful”, debut di Festival Film Tribeca, mencatat naik turunnya Bon Jovi selama lebih dari 25 tahun dan mengikuti band tur terbaru mereka Lost Highway.

Don Was – “Stand by Me” – Andy, Jon Bon Jovi, Richie Sambora & Friends
Pada bulan Juni 2009, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame. Bulan itu mereka juga merekam lagu “Stand By Me” dengan penyanyi Iran Andy Madadian, untuk menunjukkan solidaritas bagi mereka yang terkena dampak kerusuhan politik di Iran. Bagian dari lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Persia.

Album kedua belas Bon Jovi, The Circle
Pada tanggal 10 November 2009, band ini merilis album studio kedua belas mereka, berjudul The Circle. The Circle kembali ke rock n ‘roll setelah album sebelumnya Lost Highway dipengaruhi Nashville. Album debut di nomor satu di Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Jepang. Bon Jovi pada 19 Februari 2010, memulai The Circle Tour. Bon Jovi menggebrak Tour The Circle dengan membuat sejarah. Mereka pertama pertama kalinya yang tampil di Stadion baru New Meadowlands di East Rutherford, New Jersey. Konser tiga hari pada 26 Mei, 27 dan 29, 2010 terjual habis dan sukses besar. Konser Bon Jovi sepanjang 12 malam di O2 Arena London meraup $ 18.178.036 dan tampil manggung untuk 187.696 penggemar.

The Circle Tour adalah tur konser terlaris 2010 menurut 25 tur konser Billboard. Selama tur telah dimainkan untuk 1.909.234 penggemar dan telah meraup $201.100.000 pada lebih dari 80 tempat menurut Pollstar. Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, Bon Jovi menempati peringkat Billboard & Pollstar Top Touring Act of the Year. Bon Jovi juga peringkat kedua dalam daftar majalah Forbes musisi dengan bayaran tertinggi di dunia, mendapatkan perkiraan $125.000.000 pendapatan tahun tersebut.

Album greatest Hits Bon Jovi tahun 2010
Bon Jovi merilis album greatest hits dengan empat lagu baru pada bulan Oktober 2010. Album debut di nomor satu di Kanada, Irlandia, Eropa, Australia dan membuat lima di dua puluh negara. Pada 2010 MTV Europe Music Awards, Bon Jovi menerima Global Icon Award. Pada bulan Oktober 2010, Bon Jovi merilis film konser, “The Circle Tour Live From Jersey” di bioskop AS. Pada saat yang sama, band ini mengumumkan tur mendatang mereka. Pada akhir tahun 2011, tur mendapatkan posisi kedua paling produktif pada tahunan, “Top 25 Tour” Billboard, dengan menghasilkan 790.000.000 dolar.
Inside Out and What About Now (2012–2013)
Pada bulan Januari 2012, Jon Bon Jovi menyatakan bahwa mereka mengerjakan album studio ketiga belas, dan dalam pertunjukan live pada bulan Agustus 2012, Jon Bon Jovi memainkan versi akustik dari lagu yang diumumkan untuk berada di album mendatang.

Album ketiga belas Bon Jovi, What About Now
Pada bulan Oktober 2012, Bon Jovi mengumumkan Tur dunia baru untuk 2013 yaitu Because We Can, untuk mempromosikan album baru mereka, What About Now, yang dirilis pada tanggal 12 Maret 2013. Tur dimulai pada bulan Februari tahun 2013 dan mengunjungi Amerika Utara, Eropa , Afrika, Timur Jauh, Australia dan Amerika Latin.
Pada tanggal 27 November 2012, Bon Jovi merilis album video baru, yang disebut Inside Out, terdiri dari konten dari pertunjukan di O2 Arena, Stadion MetLife, dan Madison Square Garden. Album ini pertama kali ditampilkan di bioskop., dengan pemutaran didahului dengan sesi tanya-jawab dengan Jon Bon Jovi, Richie Sambora, David Bryan dan Tico Torres disiarkan secara langsung dari teater di New York, dan kemudian dijual di iTunes.

Pada tanggal 14 Maret 2013, Bon Jovi tampil di Result Show American Idol dan memainkan satu lagu, Because We Can, dari album baru mereka What About Now.
Pada 2 April dan seterusnya, Richie Sambora meninggalkan tur band yang sedang berlangsung dengan “alasan pribadi”; Phil X sekali lagi menggantikan dia, kali ini untuk sisa tur, di tengah rumor bahwa Sambora telah dipecat. Sambora dan Jon Bon Jovi kemudian membantah klaim tersebut. Tico Torres juga absen sebentar karena operasi darurat kandung empedu; ia digantikan oleh Rich Scannella dari band solo Bon Jovi, Kings of Suburbia, dari September 20 sampai 6 Oktober.
Masa Kekosongan Ketiga (2014)
Setelah mengalami kesulitan pada Because We Can Tour, Bon Jovi memiliki rencana lain. Dalam konser solo swasta di Las Vegas, Jon Bon Jovi berbicara tentang masa depan band mengatakan bahwa ia melakukan tur terakhir terlalu cepat dan bahwa tur telah membawa dampak pada mereka semua.

Album New Jersey yang dirilis ulang pada peringatan 30th Aniversary Bon Jovi
2014 menandai 30th Anniversary sejak album pertama band Bon Jovi dirilis. Dalam perayaan ini, album band New Jersey dirilis ulang bersama dengan CD tambahan dengan demo the Sons of Beaches.
Pada bulan November 2014, Jon Bon Jovi mengatakan kepada wartawan bahwa Richie Sambora telah resmi meninggalkan band, mengatakan “Dia berhenti. Dia sudah pergi. Tidak ada dendam sama sekali.” November itu, ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang menyelesaikan menulis lagu untuk album studio berikutnya tanpa Sambora, yang secara tidak resmi digantikan oleh gitaris tur Phil X. Sambora menyatakan bahwa “Saya suka Jon, dan saya masih melihat kemungkinan kembalinya.”
Burning Bridges and Studio Album Keempat Belas (2015-Sekarang)
Pada 17 Juli 2015 Bon Jovi debut single baru mereka, “Saturday Night Gave Me Sunday Morning”, di radio. Seorang juru bicara untuk Bon Jovi mengatakan Billboard: “Burning Bridges, yang akan dirilis 21 Agustus adalah album untuk fans yang berisi potongan dari album sebelumnya dan akan diiringi dengan tur internasional yang akan datang. Band ini bekerja keras di album berikutnya, yang akan melihat rilis skala penuh pada tahun 2016.”

As I Lay Dying|The Sound Of Truth (Liric)

We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears
We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears

But what wisdom is there within us
To live based on the feeling of our hearts
How many times has instinct let us down
Never to be thought through, never to be questioned

FEATURED VIDEOWhat’s That Line?FEATURED VIDEO8 More Hilarious Misheard Lyrics About FoodFEATURED VIDEOJared Leto Compares Writing A Song To Having A KidFEATURED VIDEO12 Hit Songs You Won’t Believe Were Passed Up By Other Artists
Say what you really mean
When your ambition calls you, calls you?
For what use is there in praying
If you will only hear what you want to hear?

We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears

We speak of fighting to resist this world
But what about the battle within us?
If we have chosen to live against the grain
Then why are we all facing the same way?

There is no difference between us and them
If we all blindly seek truth from sentiments

We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears
We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears

We have all heard what we wanted to hear
Truth that sounds right to our ears

Etos Kerja Dalam Islam

Pengertian dan Maksud Etos Kerja Islam (Muslim)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yangg khas dari suatu golongan sosial. Jadi, pengertian Etos Kerja adalah semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.
Etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang diyakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja. Sedangkan Etos Kerja Muslim dapat didefinisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja tidak hanya bertujuan memuliakan diri, tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan mempunyai nilai ibadah yang luhur.
Etos Kerja merupakan totalitas kepribadian diri serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan sesuatu yang bermakna, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high performance).
Etos Kerja Muslim didefenisikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, menampakkan kemanusiaannya, melainkan juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh. Sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, melainkan sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah yang didera kerinduan untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, menampilkan dirinya sebagai manusia yang amanah, menunjukkan sikap pengabdian sebagaimana firman Allah, “Dan tidak Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”, (QS. adz-Dzaariyat : 56).
Bekerja adalah fitrah dan merupakan salah satu identitas manusia, sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman tauhid, bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, tetapi sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah SWT.
Apabila bekerja itu adalah fitrah manusia, maka jelaslah bahwa manusia yang enggan bekerja, malas dan tidak mau mendayagunakan seluruh potensi diri untuk menyatakan keimanan dalam bentuk amal kreatif, sesungguhnya dia itu melawan fitrah dirinya sendiri, dan menurunkan derajat identitas dirinya sebagai manusia.
Setiap muslim selayaknya tidak asal bekerja, mendapat gaji, atau sekedar menjaga gengsi agar tidak dianggap sebagai pengangguran. Karena, kesadaran bekerja secara produktif serta dilandasi semangat tauhid dan tanggung jawab merupakan salah satu ciri yang khas dari karakter atau kepribadian seorang muslim.
Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk menjadi pengangguran, apalagi menjadi manusii yang kehilangan semangat inovatif. Karena sikap hidup yang tak memberikan makna, apalagi menjadi beban dan peminta-minta, pada hakekatnya merupakan tindakan yang tercela.
Seorang muslim yang memiliki etos kerja adalah mereka yang selalu obsesif atau ingin berbuat sesuatu yang penuh manfaat yang merupakan bagian amanah dari Allah. Dan cara pandang untuk melaksanakan sesuatu harus didasarkan kepada tiga dimensi kesadaran, yaitu : dimensi ma’rifat (aku tahu), dimensi hakikat (aku berharap), dan dimensisyariat (aku berbuat).
Etos Kerja: Dimensi Ma’rifat (Aku Tahu)
Tahu siapa aku, apa kekuatan dan kelemahanku,
Tahu apa pekerjaanku,
Tahu siapa pesaingku dan kawanku,
Tahu produk yang akan dihasilkan,
Tahu apa bidang usahaku dan tujuanku,
Tahu siapa relasiku,
Tahu pesan-pesan yang akan kusampaikan
Etos Kerja: Dimensi Hakikat (Aku berharap)
Sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan kemana arah tindakan dilangkahkan. Setiap pribadi muslim meyakini bahwa niat atau dorongan untuk menetapkan cita-cita merupakan ciri bahwa dirinya hidup.
Etos Kerja: Dimensi Syariat (Aku Berbuat)
Pengetahuan tentang peran dan potensi diri, tujuan serta harapan-harapan hendaklah mempunyai arti kecuali bila dipraktikkan dalam bentuk tindakan nyata yang telah diyakini kebenarannya.
Yang membedakan semangat kerja dalam Islam adalah kaitannya dengan nilai serta cara meraih tujuannya. Bagi seorang muslim bekerja merupakan kewajiban yang hakiki dalam rangka menggapai ridha Allah. Sedangkan orang kafir bermujahadah untuk kesenangan duniawi dan untuk memuaskan hawa nafsu.
Di Jepang dikenal sebuah istilah Keizen yang dipelopori oleh Masaaki Imai, yakni: semangat untuk terus-menerus melakukan perbaikan yang melibatkan setiap orang mulai dari pimpinan puncak sampai pekerja lapangan.

Klasemen Bola Indonesia – Update Terbaru – Bola.net

No Klub MN M S K KG MG SG Poin
1 Persib Bandung 5 3 2 0 6 2 +4 11
2 PSM Makassar 4 3 1 0 7 3 +4 10
3 Arema FC 4 3 1 0 4 0 +4 10
4 Bhayangkara FC 5 3 0 2 7 7 0 9
5 Barito Putera 4 2 1 1 5 3 +2 7
6 Madura United 4 2 1 1 5 4 +1 7
7 Semen Padang 4 2 1 1 5 4 +1 7
8 Persipura Jayapura 5 2 1 2 5 5 0 7
9 PS TNI 4 1 3 0 7 6 +1 6
10 Bali United 4 2 0 2 4 4 0 6
11 Mitra Kukar 4 1 2 1 7 7 0 5
12 Pusamania Borneo FC 4 1 1 2 6 5 +1 4
13 Persija Jakarta 4 1 1 2 3 3 0 4
14 Sriwijaya FC 4 1 1 2 3 5 -2 4
15 Persela Lamongan 4 1 0 3 5 7 -2 3
16 Perseru Serui 4 1 0 3 4 7 -3 3
17 Persiba Balikpapan 4 0 1 3 2 6 -4 1
18 Persegres GU

5 Cara Menjalankan Bisnis di Usia Muda – Bisnis Liputan6.com

Siapa bilang usia muda tidak bisa sukses? Saat ini justru banyak pebisnis muda yang telah mereguk nikmat kesuksesan dari bisnis yang dijalankannya. Hal ini tentu bukan sekadar peruntungan saja, tetapi kerja keras ditambah dengan penerapan strategi yang tepat dalam membidik pasar sasaran.

Menjalankan bisnis tak ubahnya bertahan hidup di hutan belantara, banyak spekulasi, bahkan tipu muslihat untuk memenangkan persaingan. Seolah berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang akan menang.

Meski hanya berbekal pengalaman seadanya, namun tekad dan kemampuan melihat peluang juga memanfaatkan teknologi sanggup membawa kaum muda ke kancah persaingan bisnis yang ‘ganas’.

BACA JUGA
Ciri-Ciri Pebisnis Muda yang Bakal Sukses
5 Tanda Anda Memiliki Bakat Berbisnis
7 Strategi Jitu Buat Jadi Pebisnis yang Sukses

Intinya, usia muda bukanlah penghalang untuk memulai bekerja dan menjalankan suatu usaha. Mulai menjalankan bisnis sejak usia muda justru memiliki peluang yang lebih besar.

Proses belajar sekaligus praktik dapat berjalan berdampingan, sehingga setiap kelemahan yang ada bisa diatasi dengan segera. Selain itu, merintis bisnis selagi muda tentunya juga akan memperkaya pengetahuan dan pengalaman.

Slogan ‘yang muda yang berkarya’ agaknya tak hanya sebatas isapan jempol belaka. Banyak yang telah merealisasikan dan mencapai kesuksesan. Sebenarnya apa kunci sukses menjalankan bisnis di usia muda? Simak 5 cara menjalankan bisnis di usia muda yang patut Anda tiru dan terapkan seperti mengutip Cermati.com, Senin (29/2/2016).

1. Mengetahui Tujuan Awal Bisnis

Untuk memulai bisnis, pastikan Anda mengetahui tujuan awal dari bisnis yang akan dijalankan. Hal ini dimaksudkan agar Anda tidak gagal fokus nantinya.

Dengan mengetahui tujuan bisnis, Anda akan fokus agar tetap berada di jalan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan bisnis berkaitan erat dengan pasar yang akan dituju.

Artinya, ketika memutuskan menekuni bidang bisnis tertentu, Anda harus mengetahui pasar yang akan dituju atau dibidik dari bidang bisnis tersebut.

Nah, dengan mengetahui pasar yang akan dituju, Anda bisa melihat setiap celah kosong yang bisa dijadikan sebagai peluang bisnis.

2. Memperluas Jaringan Kerja

Sebagai pebisnis, apalagi di usia muda, Anda harus membuka diri, mau belajar dari orang-orang di lingkungan sekitar, terutama orang-orang yang lebih senior dan lebih dulu menikmati kesuksesan.

Jauhkan diri dari sikap sombong yang seolah-olah merasa sudah pintar sendiri sehingga menutup diri untuk menerima informasi dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kemajuan dan perkembangan bisnis.

Jadilah orang yang senantiasa haus akan pengetahuan dan informasi. Dengan begitu, Anda akan terus belajar dan belajar guna mengasah kemampuan. Kemampuan membuka diri sekaligus akan memberi Anda kesempatan untuk memperluas jaringan.

Perbanyak kenalan, jadikan mereka mentor, karena Anda pasti akan memperoleh sesuatu yang bermanfaat dari mereka.

3. Jangan Pernah Takut Mencoba

Untung atau rugi dalam bisnis merupakan hal yang wajar. Jika tidak untung ya rugi, demikian pula sebaliknya.

Poinnya, jangan pernah takut untuk mencoba memulai bisnis meski hanya skala kecil. Anda tidak akan pernah tahu apalagi memperoleh hasilnya jika tidak pernah mencoba. Takut gagal? Hilangkan pikiran itu, karena dari kegagalan justru bisa belajar untuk memperbaiki agar tidak mengalami kegagalan secara berulang-ulang.

4. Pupuk dan Tumbuh Kembangkan Keyakinan Diri

Berpikir positif akan menumbuhkan keyakinan dalam diri. Keyakinan yang kuat mampu memunculkan sugesti diri bahwa Anda mampu menjalankan bisnis dan meraih kesuksesan. Yakini bahwa produk atau jasa dari bisnis yang dijalankan bisa diterima dan mendapat tempat di hati para calon pelanggan.

Tak hanya itu, Anda juga harus membangun hubungan baik dengan para pelanggan. Dengan demikian, pelanggan akan menjadi marketer handal yang mempromosikan produk atau jasa Anda melalui mulut ke mulut (word of mouth) tanpa perlu diminta.

5. Pandai-Pandai Menjaga Kualitas

Tak dipungkiri bahwa bisnis bermuara pada keuntungan. Namun penting untuk diperhatikan bahwa bisnis tidak melulu keuntungan.

Penting pula untuk memperhatikan instrumen bisnis lainnya yaitu kualitas. Jika kualitas produk atau layanan terjaga dengan baik, maka keuntungan tak terelakkan. Mengejar keuntungan dengan mengabaikan kualitas, justru berpotensi membahayakan bisnis Anda.

Kualitas produk atau layanan yang selalu terjaga akan senantiasa menumbuhkan kepuasan pelanggan. Apalagi didukung dengan kemampuan Anda untuk menghadirkan inovasi baru dalam produk atau layanan sehingga tampil beda dengan para kompetitor yang ada, dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan melebihi ekspektasi mereka.

Jalankan Bisnis Anda dari Sekarang!

Memulai bisnis tak perlu menunggu modal terkumpul banyak, keburu tua dan hilang kesempatan. Berapapun modal yang dimiliki, bulatkan tekad untuk mulai merintis bisnis meski masih muda. Ingat bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh usia.(Nrm/Gdn)